
Medan, Dinamika Online – Asosiasi Pers Mahasiswa (APM) Kota Medan menggelar kegiatan menonton bareng (nobar) film berjudul “Kinipan”. Nobar ini digelar pada hari Kamis, 8 April 2021 pukul 16.15 WIB s.d selesai di Kedai Sumatra Jl. Ps. 1 No. 48, Tj. Sari, Kec. Medan Selayang, Kota Medan. Kegiatan ini diikuti oleh 11 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Kota Medan yang masing-masing LPM mendelegasikan lima orang, Jumat (9/4).
Koordinator APM Kota Medan Eko Agus Herianto menjelaskan tujuan utama digelarnya nobar ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama pers mahasiswa. “Untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama pers mahasiswa (Persma) Kota Medan, dan semoga melalui film ini cukup untuk menggambarkan keadaan hutan Kalimantan dan keadaan negeri ini seperti apa,” jelasnya.
Selanjutnya, Eko berharap dari acara nobar tersebut APM dapat terus bersinergi. “Dengan adanya nobar ini, semoga APM mampu bersinergi, akrab dan terus menjalin silaturahmi antar sesama tentunya. Dan untuk film yang cukup menguras otak saya harap kita sebagai Persma bisa berfikir kritis,” harapnya.
Dalam sambutannya, Putra selaku Perwakilan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyampaikan harapannya. “Saya harap melalui nobar film ini, kita bisa memantik kesadaran atau pengalaman teman-teman yang disini, untuk lebih memahami bagaimana sebenarnya dampak lingkungan yang terjadi akibat dari operasi industri perusahaan. Saya pikir film ini menarik untuk kita diskusikan secara terus menerus dalam melakukan penyelamatan lingkungan hidup dan potret keadaan negara kita,” harapnya.
Salah satu peserta sekaligus salah satu anggota LPM BOPM Wacana memberikan tanggapan setelah mengikuti kegiatan nobar ini. “Saya lihat partisipannya cukup ramai, cukup bisa diapresiasi, berarti acara ini berjalan dengan lancar, kemudian film ini juga sangat mengedukasi. Untuk harapan, setidaknya ilmu yang didapat bisa disebarkan, dan berharap acara ini dapat terus-menerus dilaksanakan,” tutur Sondang Williem Gabriel Manalu.
Reporter: Hanifah Restu Putri dan Jauhari Halomoan Matondang
Editor : Amelia Pratiwi

