Begini Tanggapan Peserta Diskusi AJI tentang Independensi Media

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Dinamika)

Medan, Dinamika Online- Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Medan telah melaksanakan diskusi dalam rangka Hari Kebebasan Pers Sedunia 2023, dengan tema “Independensi Media dan Demokrasi”. Kegiatan ini juga disertai dengan sesi tanya jawab oleh peserta kepada pemateri tentang bagaimana keadaan Indepedensi Media dan Demokrasi yang terjadi di Indonesia.

Kegiatan diskusi ini mengundang beberapa Lembaga Pers Mahasiswa dan para jurnalis yang ada di Kota Medan, serta turut mengundang Dr. Iskandar Zulkarnain (Dosen FISIP USU) dan Rika Suartiningsih (Pemimpin Redaksi Harian Mistar) yang bertindak sebagai pemateri dalam diskusi ini.

Annisa Alivia, salah satu peserta diskusi beranggapan bahwa demokrasi di dunia jurnalistik masih belum sesuai dengan kode etik jurnalistik. Misalnya seperti banyaknya media yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dan mengejar algoritma. Hal tersebutlah yang dapat menyebabkan bermunculan judul-judul berita yang clickbait (umpan balik).

Baca Juga: AJI Medan Adakan Diskusi untuk Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia

“Ya walaupun tidak semua, tetapi bisa kita lihat beberapa media massa kini banyak yang tidak berimbang dan lebih mementingkan kepentingan pribadi atau untuk mengejar algoritma sehingga banyak munculnya judul-judul berita yang umpan balik, di mana judul dan isi berita sangat kontras perbedaannya,” katanya.

Hal serupa turut dirasakan oleh Naomi Adistie yang juga merupakan peserta diskusi, Naomi mengaku pernah merasakan keterbatasan independensi dan demokrasi ketika melakukan wawancara di kampusnya. Contohnya seperti, narasumber enggan untuk diwawancarai, atau menutup-nutupi fakta, serta penolakan secara halus.

“Saya sendiri merasakan keterbatasan ketika meliput isu-isu kampus yang pastinya berurusan dengan biro, misalnya seperti enggan untuk saya wawancarai walau penolakan dari pihak kampus dilakukan secara halus, kemudian hanya menyampaikan informasi yang sekedarnya saja dan tidak mendalam, yang terkesan menutup-nutupi fakta,” ungkapnya. 

Terakhir, Naomi berharap agar ke depannya, media-media lebih berani untuk menyampaikan berita sesuai fakta yang ada tanpa terpengaruh dengan pihak lain, dan berani untuk independen. Serta tidak perlu takut karena ada badan hukum yang siap untuk melindungi kita.

“Harapan saya dari pihak media sendiri secara pribadi untuk terus tetap berani mengungkapkan sebuah fakta tanpa adanya pengaruh dari pihak lain. Kita harus berani untuk benar-benar independen, karena keberanian kita sudah dipayungi oleh badan hukum yang pastinya melindungi kita untuk menyuarakan kebenaran,” harapnya.

Baca Juga: MSQ FDK Adakan Seleksi, Dua Regu Saling Beradu

Reporter : Eka Septiana dan Syifa Diah Puspita

Editor      : Adelini Siagian 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles