Biasakan Yang Benar, Jangan Benarkan Yang Biasa

- Advertisement - Pfrasa_F

13234479_570586746447890_1157780204_o (1)Semarang, Dinamika Online – Generasi muda miliki peran penting dalam pergerakan bangsa. Hingga kini perjalanan Indonesia dalam  pemberantasan korupsi tidak lepas dari peran generasi muda. Pemuda harus mempersiapkan diri dari sekarang,  terlebih lagi jika kelak pemudalah yang akan menjadi politikus atau aparat pemerintah.

Komitmen dalam diri menjadi salah satu benteng yang tidak tergoyahkan dalam korupsi. Sebagaimana yang dipaparkan Yoyo Wijaksono selaku perwakilan dari KPK dalam menjawab pertanyaan peserta, “Pemuda harus mempersiapkan diri dari sekarang. Pemuda harus komitmen dengan visi-misi yang telah dibuat di awal,” paparnya.

Alon-alon asal kelakon, berulang kali diucapkan beliau dalam kesempatan ini. Arti dari kata tersebut adalah pelan-pelan asal dilakukan. Maksudnya, bahwa peran generasi muda dalam memberantas korupsi sangat susah ketika mereka tidak punya tameng untuk menolak godaan-godaan tersebut, khususnya jika kita disodorkan dengan segepok uang. Tameng atau benteng diri tidak begitu kuat, hal inilah yang menjadi penyebab korupsi itu terjadi.

Kita terlalu biasa untuk membenarkan yang biasa dan melupakan yang biasa. Padahal jelas seharusnya kita membiasakan yang benar dan tidak membenarkan yang biasa. “Biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa,” tutup Yoyo.

Reporter         : Ika Ramadani Lubis dan Sugi Hartini

Editor              : Nurtiandriyani S

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles