
Surabaya, Dinamika Online–Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) melangsungkan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Nasional (Diklatpimnas) III 2022. Kegiatan yang diikuti oleh 73 aktivis organisasi mahasiswa (ormawa) dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia ini dilaksanakan di Hotel GreenSA UIN Sunan Ampel Surabaya pada 5–7 Desember 2022.
Ketua Panitia, Zulfan Syarif Hasibuan mengatakan kegiatan ini merupakan bagian penting dalam peningkatan kualitas PTKI. “Salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas PTKI adalah melalui Diklatpimnas. Kegiatan ini menjadi terobosan dalam misi membentuk pemimpin masa depan untuk Indonesia dari mahasiswa PTKI, ini harapan Kemenag,” katanya.
Dr. Syafii, M.Ag. selaku Plt. Direktur Diktis yang hadir secara daring menyampaikan bahwa tema Diklatpimnas III ini sangat cocok dengan karakteristik kepemimpinan. “Lead, Serve, and Innovate, yang artinya memimpin, elayani, dan menginovasi. Tema ini sangat cocok dengan karakteristik peserta yang saat ini sebagai pemimpin ormawa. Saudara sudah menunjukkan watak pemimpin sedari muda. Watak kepeloporan dan tangguh harus ada pada seorang pemimpin,” ucapnya dalam sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.
Salah satu peserta dari Yogyakarta menyampaikan agenda ini penting sebagai bekal ke depan. “Agenda ini bisa dikatakan wajib diselenggarakan setiap tahun. Benefitnya banyak banget, materi yang disampaikan penting sebagai bekal masa depan. Selain itu, agenda ini memudahkan untuk menjalin relasi,” kata Nur Lailatul Izzah.
Nur juga sampaikan harapan dan evaluasi terhadap kegiatan Diklatpimnas III. “Beberapa peserta dengan pembiayaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Satuan Kerja (Satker) nyaris tidak berangkat karena kendala mengurus administrasi di kampus. Ini yang menjadi evaluasi dan harapannya untuk Diklatpimnas selanjutnya peserta diakomodasi secara penuh,” pungkasnya.
Reporter : Ahmad Fadhlan dan Naufal Fathoni Putra
Editor : Putri Khairunnisa Nabilah

