
Medan, Dinamika Online – Untuk Menjadi perbendaharaan ilmu antar sesama serta membentang kebaikan, Dompet Dhuafa adakan workshop Desaign Thinking & Fundraising serentak di seluruh Indonesia selama dua hari mulai 24-25 Maret dengan menghadirkan mahasiswa di hari pertama dan beberapa komunitas di hari kedua yang berlangsung di My Burger Coffee, Minggu (25/3).
Sulaiman selaku Manajer Program Dompet Dhuafa Waspada menuturkan bahwa dalam workshop ini peserta akan diajak mencari masalah, merumuskan solusi, dan juga menggalang dana dengan memunculkan ide. “Setelah pelatihan ini nanti, paling tidak kalau ada kegiatan di komunitas, Dompet Dhuafa bisa terlibat dan sebaliknya juga teman-teman diharapkan lebih kreatif untuk meng-create programnya masing-masing,” tuturnya.
Hakam El Farizy selaku Growth Manager BawaBerkah.org menjelaskan Desaign Thinking adalah proses berpikir bagaimana menjadikan desaigner sebagai pola pikir yang identik dengan kreatif, human sentris, dan lebih kepada manusia. “Desaign Thinking ini di setting agar kita dapat mengolaborasikan ide satu sama lain dengan lintas keahlian, keilmuan, usia, dan daerah. Pokoknya yang saat ini masih menjadi sekat di Desaign Thingking ini kita lepaskan,” ungkapnya.
Dalam menjalankan program, para penggerak sosial terkadang sering terhambat masalah dana, Hakam menambahkan alternatifnya melalui crowdfunding. “Fokus dalam fundraising itu ada tiga, yaitu akuisisi, loyalitas donatur, dan efisiensi biaya. Selain itu digital fundrasing sendiri membawa benefit antara lain lebih luas dan tertarget, lebih cepat dan mudah, lebih efisien dan terukur,” tutupnya.
Reporter : Audry Uyuni dan Dina Purnama
Editor : Maya Riski

