
Medan, Dinamika Online–Hari pertama Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional (PJTLN) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gema Keadilan Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip) menyajikan materi “Independensi Persma dalam Menyuarakan Suara Publik”. Kegiatan ini menghadirkan Dheayu Jihan sebagai pemateri yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Oktober 2022 secara daring via Zoom.
Pemateri menjelaskan dalam penyuaraan suara publik terdapat kendala beban kerja. “Biasanya dalam melakukan kebebasan pendapat terdapat kendala beban kerja reguler, agenda setting media redaksi, ruang tak terbatas tetapi tenaga terbatas. Sehingga, perlunya kita melakukan pelengkapan data permulaan sampai cukup layak untuk dibawa ke meja redaksi,” jelas Dheayu.
Dheayu juga mengungkapkan bahwa agar pendapat kita dapat dilihat para audiens, kita perlu melakukan strategi menarik perhatian publik. “Agar pendapat kita dapat dilihat para audience, kita perlu melakukan strategi menarik perhatian publik dengan memanfaatkan konvergensi media yang sudah ada. Hal ini dilakukan karena konvergensi mempercepat penyebaran informasi, memberi pembaca pengalaman tambahan, memperkuat pengenalan media kita, menambah peluang ekonomis, dan menambah tenaga kerja,” imbuhnya.
Refly, salah satu peserta dari LPM DETaK Universitas Syiah Kuala (USK) mengungkapkan harapannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Harapannya buat aku sendiri dulu, bisa menerapkan apa yang telah dijelaskan tadi, dan bisa lebih hati-hati ke depan,” harapnya.
Reporter : Jentayu dan Yulita Cita Anggini
Editor : Annisa

