
Medan, Dinamika Online–Museum Perkebunan Indonesia (Musperin) menggelar secara langsung peresmian Ruang ImersifIN musperIN. Ruang ini merupakan tren baru menggunakan teknologi informasi digital dengan vidio maping 360 derajat. Peresmian ini berlangsung di Musperin 1 Indonesia, Jalan Brigjen Katamso, No. 53 pada Kamis, 11 Juli 2024.
Baca Juga: Lantik Sema-F Dema-F, WD III FITK: Dapat Tingkatkan Nilai Akreditasi Fakultas
Dalam sambutan dan peresmian Ruang ImersifIN musperIN, Eddy Abdurrahman selaku Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyampaikan bahwa kelapa sawit memiliki tantangan domestik dan nasional. Musperin menciptakan ruang imersif untuk melawan kampanye negatif, dan menunjukkan kepada masyarakat mengenai kelapa sawit.
“Sawit ini memiliki beberapa tantangan domestik maupun nasional karena memiliki komoditas yang sangat besar. Dalam hal ini Musperin telah menciptakan sebuah ruang imersif sebagai sarana untuk melawan kampanye negatif, dan dapat ditunjukkan kepada masyarakat bagaimana kelapa sawit,” katanya.
Lebih lanjut, Eddy berharap nantinya ruang imersif ini dapat memberikan kontribusi untuk memberikan citra bangsa, dan mengajak generasi-generasi muda seperti anak sekolah untuk mengetahui dan cinta kepada kelapa sawit sejak dini.
“Ruang imersif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk memberikan citra baik bangsa, dan dapat mengajak generasi-generasi muda seperti anak-anak sekolah untuk melihat ruang kelapa sawit, dan kecintaan mereka kepada kelapa sawit sejak dini. Semoga dapat memperluas ruang imersif sawit ini di perwakilan-perwakilan tiap daerah,” harapnya.
Di sisi lain, Irini Dewi Wanti selaku Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) sangat mengapresiasi Musperin yang telah menghadirkan Ruang ImersifIN MusperiIN. Selama ini museum selalu tampilannya seram, tetapi Musperin memberikan inovasi dengan mengikuti perkembangan generasi z (gen z).
“Kami mengapresiasi yang dilakukan Musperin dengan membangun ruang imersif, kalau selama ini museum itu tampilannya seram, tetapi karena ruang imersif ini membuktikan bahwasanya sudah mengikuti gen z. Kami juga berterima kasih Musperin sebagai mitra riset dan teknologi (ristek), dalam melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya perkebunan Indonesia,” ungkapnya.
Terakhir, Direktur Eksekutif Musperin, Sri Hartini mengungkapkan bahwasanya sebelum ruangan ini diresmikan, Musperin sudah melakukan uji coba kepada masyarakat dari 1–7 Juli 2024. Hari pertama setelah diresmikan diadakan sosialisasi kepada 50 awak media, dan keesokan hari akan dibuka secara gratis kepada masyarakat.
“Sebelum ruang ini diresmikan, kami sudah melakukan uji coba dengan membuka ruangan imersif kepada masyarakat dari 1–7 Juli. Pembelian tiketnya online agar pengunjung tetap tertib. Hari ini akan mengadakan sosialisasi kepada 50 awak media baik elektronik maupun cetak,” ungkapnya.
Baca Juga: UIN SU Umumkan 15 Delegasi KKN Melayu Serumpun
Reporter : Cici Hardiyanti dan Kauria Rawia
Editor : Fadillah Hanum

