
Medan, Dinamika Online – Dalam membangun keterampilan serta membudayakan menulis fiksi dan non fiksi, Festival Literasi Sumatera Utara mengundang perwakilan dari PerguruanTinggi dan SMA se-Kota Medan untuk menghadiri workshop menulis dengan mendatangkan dua orang narasumber yaitu Salsabila Sihombing seorang penulis belia dan Nur Akmal sebagai wartawan analisa, acara ini diadakan di Aula SMU Parulian, Rabu (20/9).
Nur Akmal selaku wartawan analisa menyampaikan seputar materinya tentang kepenulisan, “Menulis adalah merangkai huruf menjadi kata, merangkai kata menjadi kalimat,merangkai kalimat menjadi paragraf dan merangkai paragraf menjadi tulisan dan menulis itu bisa sulit bisa tidak tergantung dari diri sendiri untuk memulainya. Ada beberapa yang harus dimiliki oleh seorang penulis salah satunya adalah kemauan dan keterampilan,” ungkapnya.
Berbeda halnya dengan Salsa Sihombing seorang penulis belia yang sudah menerbitkan beberapa kumpulan cerpen dan novel, ia memberikan inspirasi kepada para hadirin melalui kisah hidup yang penuh rintangan,Salsa juga mengatakan bahwa sebelum ia menjadi penulis banyak tulisan-tulisannya yang ditolak dan penerbitnya sudah tidak adalagi. Salsa mengungkapkan motivasinya menjadi penulis itu adalah sebagai balas dendam, “Balas dendam yang baik itu adalah dengan berprestasi,” tutupnya.
Reporter : Shofiatul Husna Lubis dan Nur Aisyah Sihombing
Editor : Aminata Zahriata

