
Medan, Dinamika Online–Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gema Keadilan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah melaksanakan Diponegoro Jurnalist 2022 secara daring pada Sabtu, 15 Oktober 2022. Kegiatan ini mengusung tema “Independensi Persma dalam Menyuarakan Suara Publik dan Perspektif Pengawalan Isu di Era Transisi Pers Indonesia” dan diikuti sebanyak 59 orang dari berbagai LPM Se-Indonesia.
Pelatihan pertama diisi dengan materi Independensi Persma dalam Menyuarakan Suara Publik oleh Dheayu Jihan selaku Produser Video Tempo DKI Jakarta, Produser Lapangan CNN Indonesia, sekaligus Redaktur Majalah Tempo. Pelatihan kedua dengan materi Perseptif Pengawalan Isu di Era Transisi Pers Indonesia oleh Puput Tripeni selaku ex-Jurnalist CNN.
Kegiatan ini dibuka oleh M. Ridho Darmawan selaku Pemimpin Umum LPM Gema Keadilan. Beliau berharap peserta dapat mengambil hikmah dari kegiatan ini. “Semoga dari kegiatan ini kita benar-benar mengambil hikmah baik dari Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN), lomba esai, atau apa pun itu. Semoga kita dapat menggunakan ilmu yang telah didapatkan dengan sebaik-baiknya, baik untuk panitia maupun peserta,” harapnya.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Diponegoro Journalist Week menuturkan alasan tagline yang mereka angkat. “Pers sangat penting dalam kehidupan mahasiswa pun juga dalam kehidupan masyarakat, maka dari itu kami mengangkat Gema Pers dalam Linimasa sebagai tagline,” tutur Naufal Azis.
Salah satu peserta, Rara Yunisha dari Unit Komunikasi Penyiaran Kampus Universitas Negeri Padang (UKKPK UNP) mengaku senang karena memperoleh ilmu baru yang tidak didapatkan di perkuliahan. “Kegiatan tadi sangat bermanfaat sekali bagi pers mahasiswa. Pemateri yang didatangkan juga sangat berkualitas di bidang jurnalistik yang tentunya punya banyak sekali pengalaman berharga di media pers nasional. Dari kegiatan ini, kita juga banyak memperoleh ilmu-ilmu pers yang tidak bisa didapatkan dari dunia perkuliahan saja,” ujarnya.
Lanjut, ia juga berharap dengan kegitan ini dapat mengembangkan kemampuan jurnalisme. “Semoga dengan adanya kegiatan PJTLN ini kita bisa mengembangkan kemampuan jurnalisme dan menjadi jurnalis yang hebat di kemudian hari. Kemudian, semoga pada acara ke depannya, peserta-peserta juga lebih antusias dari sebelumnya,” tutupnya.
Reporter : Adelini Siagian dan Ella Paradita
Editor : Siti Asyaroh

