Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia, terdapat sabuk vulkanik yang memanjang dari pulau Sumatera hingga Sulawesi yang sisinya berupa pegunungna vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didomisili oleh rawa-rawa. Kondisi Indonesia yang demikian menempatkannya padaposisi yang rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Bencana alam bisa terjadi secara tiba-tiba.Dalam hal ini media menjadi ujung tombak pemberitaan bagi masyarakat, mulai dari pra bencana, saat bencana terjadi hingga pascabencana.Maka dari itu, dalam menjalankan profesinya jurnalis harus dipersiapkan untuk berhadapan dengan bencana sewaktu-waktu.
Peran jurnalis dalam menginformasikan bencana sangat penting. Berangkat dari hal tersebut, kini saatnya pers mahasiswa ikut berperan dalam memberikan infomasi terkait dengan bencana kepada masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan memperkuat kemampuan insan jurnalis kampus, khusunya dalam hal ‘tanggap bencana’.
Seorang jurnalis harus mampu menyampaikan berita dan informasi bencana kepada publik secara cepat dan tepat. Untuk berada di medan peristiwa, seorang jurnalis harus paham akan standardisasi prosedur peliputan bencana. Apa jadinya jika seorang jurnalis tidak tahu standardisasi prosedur peliputan bencana? Bisa jadi jurnalis tersebut yang akan menjadi korban bencana. Peristiwa yang menimpa seorang jurnalisasal Jurnal Sumut, Rizal Syahputra kiranya bisa dijadikan iktibar. Hal ini terjadi karena kurangnya edukasi liputan kebencanaan yang menyebabkan ia cenderung mengabaikan keselamatannya. Pembekalan etika jurnalisme bencana juga sangat penting didapat oleh insan pers. Sebab, etika jurnalis pada kondisi bencana tidak sama dengan etika jurnalisme biasanya.
Selain itu, bencana memiliki fakta dan keunikan yang semakin informatif ketika ditampilkan dalam bentuk foto. Tak kalah pentingnya, sebagai pers mahasiswa yang menuju pers profesional, pers mahasiswa harusnya peka terhadap nilai berita dalam sebuah bencana tanpa menjerumuskan dirinya sendiri dalam situasi bahaya.
Persma tanggap. Persma profesional. Horas Persma!
Read More Pena Persma 2015
Download Formulir Peserta (Untuk Peserta yang Dinyatakan Lolos Seleksi Feature)
Field Trip :

Puncak Gundaling

Danau Toba

Patung Menari Sigale-Gale

Tomok





boleh boleh masduki,, 😀
ikut lagi boleh???