Penutupan PJTLN Disemarakkan Malam Budaya, Etika Pers jadi Sorotan

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Istimewa)

Medan, Dinamika Online–Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Suara Kampus Janang resmi ditutup di Padang, pada Rabu, 17 September 2025, lewat malam kebudayaan. Penutupan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menegaskan pentingnya etika jurnalistik dan peran pers mahasiswa di tengah masyarakat.

Wakil Rektor III UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Lukman Hakim, M.Ag., menilai malam kebudayaan tidak hanya sebagai acara seremonial penutup, melainkan juga sebagai ruang refleksi. Menurutnya, jurnalistik memiliki peran penting dalam menyatukan budaya, pendidikan, dan masyarakat sehingga melahirkan jurnalis yang berintegritas.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Memotret, PJTLN Suara Kampus Hadirkan Pelatihan Foto Esai

“Malam kebudayaan ini tentu saja kita berharap bagaimana jurnalistik itu menjembatani antara budaya, pendidikan, dan masyrakat. Jurnalistik yang baik di dasarkan pada nilai-nilai kebenaran, nilai keseimbangan, dan nilai sosial yang ada di tengah masyarakat. Dari pelatihan ini, kita berharap akan lahir jurnalis-jurnalis yang profesional dan berintegritas,” ucapnya.

Pemimpin Umum Suara Kampus, Ummi Nadiya, turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh peserta yang tetap konsisten menjalankan rangkaian acara sejak hari pertama. Ia menekankan, pengalaman lima hari pelatihan diharapkan bisa menjadi bekal etika dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Terima kasih atas antusias teman-teman yang telah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan kita dari hari Minggu hingga Kamis. Semoga ilmu yang teman-teman dapatkan bisa membawa kalian menjadi jurnalis muda yang sesuai dengan etika jurnalistik,” tuturnya.

Perwakilan Alumni Suara Kampus, Alizar Tanjung, mengatakan bahwa pers mahasiswa adalah tempat mengasah mental dan keberanian. Menurutnya, jurnalis kampus harus siap menghadapi tekanan, bahkan risiko dari pihak kampus, dan memperjuangkan keadilan melalui karya jurnalistik.

“Kalian harus bermental kuat di pers kampus. Capek, ditekan, bahkan diancam bukan alasan untuk mundur. Pers mahasiswa ada untuk mengkritik dan memperjuangkan keadilan, bukan sekadar memberitakan hal baik. Mental itu yang akan melahirkan jurnalis besar,” tegasnya.

Baca Juga: LPM Suara Kampus Gelar PJTLN, Bahas Pentingnya Etika Jurnalistik Era AI

Reporter: Khairussyifa Auliya

Editor: Safna Dawita

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles