
Medan, Dinamika Online–Dalam memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia (World Press Freedom Day) pada 3 Mei lalu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan menggelar diskusi dengan tema “Mitigasi Kekerasan Terhadap Jurnalis”. Diskusi yang berlangsung pada Sabtu, 14 Mei 2021 tersebut berlokasi di Caldera Cafe, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.
Dalam diskusi tersebut, turut hadir berbagai media massa hingga Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) sekawasan Kota Medan. Selain melakukan diskusi, terdapat pula agenda nonton bareng yaitu film berjudul Spotlight.
Maswan Tambak, pemateri pertama dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menegaskan bahwa risiko wartawan akan semakin besar jika informasi semakin valid. “Kejadian lapangan wartawan memang seperti itu, semakin valid sebuah informasi, maka semakin besar pula potensi untuk didiskriminasi,” tegasnya.
Adapun Array A Argus, pemateri kedua dari AJI Medan menceritakan pengalaman jurnalisnya seperti kendala pemberitaan. “Terkadang, apabila ada permasalahan tentang pemberitaan, malah dikenakan pasal UU ITE. Padahal masih bisa dibicarakan baik-baik secara persuasif,” ujarnya.
Pemateri terakhir, Komisaris Polisi (Kompol) Hermansyah Putra dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara memberikan pesan agar menjadi wartawan yang profesional. “Kalau dipikir-pikir, kepolisian dan wartawan ini hampir mirip. Yaitu sama-sama kerja tak kenal siang dan malam. Maka, profesional lah menjadi wartawan,” harapnya.
Penulis : Hijrah Alkhoir dan Rizky Chairunnisyah
Editor : Siti Asyaroh

