Seribu Asa di Balik Media

- Advertisement - Pfrasa_F

Medan, Dinamika Online – Penyiaran yang bersifat edukatif sudah jarang tampak di pertelevisiaan Indonesia. Hal tersebut menjadi pembicaraan serius pada talkshow yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Teropong UMSU yang bertema “Seribu Asa Di Balik Media” Sabtu (28/11).

Dengan menghadirkan Maman Suherman notulen Indonesia Lawak Klub (ILK), J. Anto sebagai Direktur Kajian Informasi Pendidikan dan Penerbitan Sumatera (KIPPAS), dan Mutia Atika dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai pembicara. Selain itu, Lembaga Pers Mahasiswa se-Sumatera Utara juga turut hadir dalam Talkshow ini.

Menurut Maman Suherman Media merupakan wadah pemberi informasi sesuai yang dibutuhkan masyarakat. Ia juga menjelaskan “Produk Jurnalistik tidak perlu masuk proses editing, karena kebanyakan siaran televisi fakta dan saat hasilnya itu berbeda. KPI harus didukung dalam mengawal penyiaran di Indonesia.”

Sedangkan Mutia, dari KPI Daerah Sumut menyampaikan “Dulu ada 11 tayangan infotaiment yang disoroti karena melanggar UU Penyiaran, sekarang semakin bertambah menjadi 16 tayangan, maka KPI sudah menyuratinya, kemudian juga sudah memberikan sanksi  berupa pengurangan durasi tayang, jika hal tersebut juga belum diindahkan maka akan ada pemberhentian tayangan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, J. Anto Direktur KIPPAS turut memberikan solusi dan harapannya, “Kita harus memberikan literasi pendidikan kepada Siswa di sekolah, agar nantinya dengan pendidikan dan pemberdayaan kita bisa mengontrol dan mengawal pertelevisian di Indonesia. Dan harapannya semoga KPI bisa lebih baik dan berani dalam berperan di penyiaran Televisi.”

Fajri Ramadhoni selaku peserta mengapresiasi acara ini. “Menurut saya acara ini sangat bagus, kita bisa mengetahui banyak hal tentang media, hitam putihnya seseorang itu yang bisa dibayar dengan uang. Harusnya kita sebagai penonton atau user, bisa memilah dan memilih program yang baik dan mengandung edukasi untuk ditonton,” tutupnya.

Reporter         : Zulfikar Syahputra dan Siti Rogayah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles