
Medan, Dinamika Online–Narasi Tv berkolaborasi dengan Grab Indonesia untuk mengadakan Talkshow dengan tema “Passion in Action”. Talkshow kali ini mengundang pembicara Najwa Shihab, Raditya Dika, dan Nicholas Saputra yang berlangsung di Auditorium Universitas Sumatra Utara (USU) pada Rabu, 19 November 2025.
Najwa Shihab menjelaskan jika passion itu adalah pertemuan dua hal yang selalu dimulai dari dalam. Seperti layaknya api yang membuat penasaran dan tiupan angin yang menjadikannya besar. Petemuan antara suara hati dan orang-orang yang mendukung itu adalah dua hal yang penting untuk mewujudkan passion menjadi kegiatan.
Baca Juga: Kolaborasi Pameran Foto dan Lukis di Pos Bloc Medan Tuai Apresiasi Pengunjung
“Menurutku passion itu pertemuan dua hal, selalu dimulai dari dalam seperti api yang percikannya membuat kita penasaran, gelisah hingga bertanya-tanya. Api itu bisa menjadi besar kalau dapat tiupan angin dari sekelilingnya. Pertemuan antara suara hati dan orang-orang mendukung, itulah yang menjadikan passion in action,” jelasnya.
Di sisi lain, Nicholas Saputra mengatakan passion itu lebih dari hobi. Tidak bisa begitu saja keluar dari dalam diri, tetapi harus memiliki wadah untuk menjalankan passion tersebut.
“Passion ini adalah sesuatu yang lebih dari hobi, tidak bisa begitu saja dari dalam diri, namun butuh wadah yaitu lingkungannya untuk menjalankan passion itu menjadi kegiatan,” katanya.
Sementara itu, Raditya Dika menjelaskan passion dalam perspektifnya. Menurutnya, passion adalah sesuatu yang berdasarkan satu hal yaitu rasa takut. Jika memiliki rasa takut maka hidup tidak akan bahagia.
“Passion itu menurut aku adalah sesuatu yang berdasarkan satu hal, yaitu rasa takut hidup tak bahagia. Saya dari muda selalu berusaha menemukan pasison saya, karena kalau kerja sesuai passion maka saya akan mengerjakannya dengan ringan dan sepenuh hati. Jika tidak sesuai passion, maka kita ogah-ogahan ngerjakannya,” jelasnya.
Terakhir, Nabila Annisa Putri, salah satu mahasiswi yang mengikuti kegiatan ini mengungkapkan perasaannya. Ia sangat senang kegiatan seperti ini karena berdampak baik bagi orang-orang yang masih bingung dengan passionnya. Jika passion tidak ditekuni sama saja, tidak akan berdampak bagi dirinya dan orang lain.
“Kegiatan ini berdampak baik untuk orang-orang yang masih bingung bagaimana mengarahkan passion-nya untuk bermanfaat bagi dirinya sendiri. Setelah ikut kelas tadi, saya tahu kalau passion yang tidak ditekuni sama saja, tidak akan berdampak bagi dirinya sendiri dan orang lain,” ungkapnya.
Baca Juga: Guna Memenuhi Tugas Akhir, Mahasiswa Unimed Gelar Drama Musikal
Reporter: Cici Hardiyanti dan Filza Frilatia Bahri

