Singgung Perang Dagang Internasional, Pengamat Ekonomi Beri Tanggapan

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Dinamika)

Medan, Dinamika Online–Koperasi Pers Indonesia (KPI) Sumatera Utara (Sumut) menyelenggarakan dialog publik bertajuk “Solusi Pembiayaan Pengusaha UMKM Dan Koperasi Pasca Lebaran” dalam acara Coffee Morning. Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini membahas isu ekonomi terkini. Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Sultan Medan pada Jumat, 11 April 2025.

Benjamin Gunawan, pengamat ekonomi Sumut menyinggung perang dagang internasional. Amerika Serikat menaikkan tarif impor terhadap Indonesia. Ia mempertanyakan dampak kebijakan tersebut terhadap perekonomian Sumut yang besarnya mencapai 65 persen dan menyatakan bahwa dampak tersebut bergantung pada sektor perkebunan sawit.

Baca Juga: Tanggapi UU TNI, PD KAMMI Deli Serdang Adakan Webinar

“Bagaimana dampak kebijakan tersebut terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia? Yang dikhawatirkan adalah sektor sawit di Sumut, mulai dari penanaman, panen, pengolahan menjadi minyak goreng, hingga ekspor. Sektor ini berkontribusi sekitar 65 persen terhadap perekonomian Sumut. Jika tarif impor yang diterapkan Amerika Serikat sekarang sekitar 10 persen dinaikkan, otomatis harga ekspor dari Sumut akan menjadi lebih mahal,” ujarnya.

Di sisi lain, Muhammad Ikhsan, Mahasiswa Magister Ekonomi Islam UIN SU, menanggapi bahwa perang dagang merupakan konsekuensi dari persaingan antarnegara. Setiap negara menginginkan kemajuan dan kesejahteraan, dan perdagangan internasional menjadi salah satu konsekuensinya.

“Perang dagang adalah konsekuensi dari setiap negara yang ingin maju dan sukses. Salah satu konsekuensinya adalah interaksi antarnegara melalui perdagangan internasional,” tanggapnya.

Ia menambahkan bahwa setiap negara berupaya melindungi produk dalam negeri, salah satunya dengan mengenakan tarif impor untuk membatasi masuknya barang impor.

“Setiap negara melindungi produk dalam negerinya yang disebut proteksionisme dengan mengenakan tarif impor pada negara lain. Tujuannya agar barang impor tidak terlalu bebas masuk dan melindungi konsumen dalam negeri,” tambahnya.

Baca Juga: Tolak UU TNI, AKBAR Gelar Aksi Demonstrasi

Reporter: Muhammad Daffa dan Safna Dawita

Editor: Ummy Syafitri

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles