Ukur Optimisme Generasi Muda, GNFI dan KedaiKOPI Luncurkan Hasil Survei

- Advertisement - Pfrasa_F
(Kamerawan: Kiki Andrea Putri Hasibuan)

Medan, Dinamika Online–Setelah dilakukannya survei indeks optimisme Indonesia 2021, Good News From Indonesia (GNFI) dan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) membeberkan peluncuran hasil survei. Kegiatan ini diadakan pada Jumat, 13 Agustus 2021 pukul 09.00 s.d. 11.00 WIB secara daring via Zoom dan juga ditayangkan langsung melalui platform Facebook, Instagram, Twitter, serta YouTube GNFI dan KedaiKOPI.

Kunto Adi Wibowo menjelaskan tujuan diadakannya survei ini, yaitu untuk mengukur tingkat optimisme generasi muda terhadap masa depan Indonesia. “Tujuan survei ini yaitu untuk mengukur seberapa optimis generasi muda terhadap masa depan Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan. Dan juga untuk mengukur bagaimana dampak pandemi Covid-19 yang telah mengubah perilaku, kebiasaan, dan dinamika kehidupan masyarakat saat ini,” jelas Direktur Eksekutif KedaiKOPI serta peneliti komunikasi dan media itu.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan hasil survei yang didapat oleh tim GNFI dan KedaiKOPI yang dimana optimisme mereka lebih dominan kepada sektor pendidikan dan kebudayaan. “Kesimpulan dari survei kita, bahwa generasi muda di Indonesia hari ini lebih dominan optimis pada sektor pendidikan dan kebudayaan. Hal ini karena semakin mudahnya akses pendidikan berkualitas di Indonesia, dan diterimanya produk kerajinan lokal di kancah Internasional,” paparnya.

Roni Muhammad yang merupakan pakar sosiolog dan akademisi, menjadi narasumber dalam diskusi survei ini menjelaskan bahwa yang menjadi tantangan untuk maju saat ini adalah keragaman. “Salah satu tantangan kita untuk maju jika dilihat dari sisi sosial yaitu keragaman, toleransi, dan kebebasan berpendapat. Keragaman bukan hanya keragaman tradisional, tetapi juga keragaman dalam referensi pakaian, film, serta makanan, dan hal itulah yang menjadi tekanan sosial bagi diri anak muda,” jelasnya.

Najelaa Shihab yang merupakan pendidik dan inisiator semua murid dan guru menjelaskan bahwa pendidikan harus dilihat dari ekosistem dan perspektifnya. “Pendidikan itu harus dilihat dari ekosistem dan perspektifnya, karena pendidikan itu amat sangat terkait dengan semua sektor lainnya. Dan yang terpenting adalah modal kekuatan mental anak muda, yaitu kesiapannya untuk menghadapi kesulitan walaupun dalam keadaan krisis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Najelaa juga menuturkan harapannya agar dengan adanya survei ini, bisa menjadi pemantik anak muda dalam merealisasikan pendidikan yang maju. “Semoga hasil survei ini bisa menjadi pemantik anak muda untuk lebih optimal, sehingga optimismenya tadi menjadi optimisme yang realistis, menjadi dorongan untuk beraksi, dan tidak hanya berhenti atas sikap positif untuk dirinya sendiri tapi menular kepada anak muda lainnya,” tuturnya.

Reporter : Aulia Ramadani Pane dan Riska Dwi Putri

Editor      : Rindiani

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles