
Medan, Dinamika Online – “Untuk menyelamatkan diri saja bahkan sampai harus mati di sepanjang jalan. Sekarang, Hampir 70 persen kekayaan di Indonesia sudah dikuasai oleh orang Chinese/Tiong Hoa”. Begitulah yang disampaikan oleh ustadz lulusan dari Tripoli, Libya ketika menyampaikan materi mengenai Dauroh Siyasah (Pelatihan Mengenai Politik), di lantai 1 Gedung Kuliah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Sabtu (15/4).
Dauroh siyasah khususnya bagi negara berbasis syariat Islam sangat berguna nantinya dalam kegiatan politik di sebuah negara. Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Yusuf Fahmi, Lc, “Dauroh Siyasah mengatur dan mengelola agar syariah berjalan dengan bagus. Selain itu juga untuk menjaga kedaulatan bangsa di negara syariat,” tuturnya.
Hasan Basri, pelopor kegiatan yang merupakan Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Merah Saga UIN SU sekaligus mahasiswa jurusan Akhwalul Syaksiyah (AS) semester VI menyimpulkan isi dari dauroh tersebut. “Pertama, al-Ustadz menyampaikan pengantar Ilmu Politik. Kedua, pemahaman dasar tentang politik, lalu ideologi politik, dan yang terakhir seputar dasar-dasar politik dalam Islam,” simpulnya.
Di akhir acara, Hasan menyampaikan harapannya dauroh yang bertajuk “Menanamkan jiwa perpolitikan pada Kader KAMMI demi menjayakan Indonesia menuju 2045”. Diikuti oleh 60 kader, “Saya harap kader tidak lagi anti terhadap politik, tidak ada yang membedakan antara Islam dengan politik, dan mengikuti suri tauladan Rasulullah Saw dalam membentuk negara Madinah yang maju dan strategis,” tutupnya.
Reporter : Rahmanuddin dan Atika Winari Putri
Editor : Aminata Zahriata

