FUSI Adakan Dialog Publik

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto : Dinamika
Foto : Dinamika

Medan, Dinamika Online – Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN SU adakan Dialog Publik bersama Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Indonesia (DKKP), Prof. Dr. Jimly Assiddiqie, MH sebagai pemateri, didampingi Wakil Rektor II Prof. Dr. Hasan Bakti Nst, MA dengan tema “Etika Bernegara di Era Cyber Net”, di Aula Pusbinsa lt.2 UIN SU, Jumat (22/04).

Peserta yang hadir pada dialog publik ini bukan hanya dari kalangan mahasiswa/i FUSI, dosen, para perwakilah Dekan Fakultas, dan para tokoh masyarakat seperti Ketua KPU, PPP, dan dari Harian Analisa dan lainnya juga turut hadir dalam dialog ini dan sangat berantusias mengikutinya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diberikan para peserta kepada Prof. Dr. Jimly Assiddiqie, MH.

Dalam paparan materinya beliau mengatakan bahwa, “Harus ada hubungan luar dan dalam antara hukum dan etika (relasi) tanpa adanya pemisahan,” paparnya. Ia juga menambahkan, “Terjadinya pemisahan antara etika dan hukum itu bermula dari dampak sekularisme. Proses praktikal etika sebenarnya ada beberapa fase. Fase pertama yaitu etika teologis, selanjutnya etika ontologis, atau etika yang menjadi cabang filsafat dan yang terakhir etika praktis (terapan). Sabda Rasullah Saw :“Innama bu’istu liutammima makarimah akhlak,” tambahnya.

Banyak tanggapan dari para peserta dalam dialog ini, salah satunya Rudiansyah mantan Plt SEMA FUSI ia mengatakan,  “Acara ini sangat luar biasa dikarenakan pematerinya langsung dari tokoh negarawan yang sangat memotivasi khususnya dari kalangan mahasiswa dan dosen, dan ini terbukti semua dosen hadir di acara ini dan tokoh-tokoh juga hadir. Dialog ini sangat penting karena membahas etika dalam bernegara dalam cyber net,” tuturnya.

Reporter         : Hilal Isma

Editor             : Aminata Zahriata

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles