Haki Menjadi Salah Satu Penilaian Proyek KKN, Kepala PKM Buka Suara

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Istimewa)

Medan, Dinamika Online–UIN SU mengeluarkan kebijakan penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai salah satu penilaian pada proyek Kuliah Kerja Nyata (KKN). Menanggapi hal tersebut, Putra Apriadi Siregar, SKM., M. Kes. selaku Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) buka suara melalui wawancara pada Kamis, 8 Agustus 2024.

Baca Juga: KKN 88 Batu Bara gelar Sosialisasi CBP Rupiah di SD 02 Desa Sei Bejangkar

Putra menjelaskan manfaat HAKI sendiri yaitu memastikan karya atau proyek dikerjakan dapat dijamin secara intelektual oleh negara. Oleh karena itu, HAKI menjadi item penilaian dari program KKN.

“HAKI itu hak kekayaan intelektual untuk memastikan karya kita dijamin secara intelektual. Sistem pembayaran itu ke negara, terserah bagaimana mahasiswa mau membuat HAKI, namun itu harus ada karena menjadi item yang menjadi penilaian sebagai outcome dari kegiatan KKN,” jelasnya.

Selanjutnya, Putra juga menjelaskan terkait teknis membuat ialah kebijakan masing-masing kelompok, yang pastinya LP2M tidak menyediakan jasa pembuatan. Karena, HAKI sendiri menjadi tagihan untuk KKN dan penilaian dari DPL, oleh karena itu harus ada dalam proyek mahasiswa KKN.

“Untuk teknis membuat HAKI terserah mau langsung ataupun mau minta tolong ke temannya, atau meminta tolong ke jasa pembuatan HAKI, itu menjadi kebijakan masing-masing kelompok dan LP2M tidak menyediakan jasa untuk itu. HAKI ini menjadi tagihan untuk KKN dan penilaian dari DPL ke mahasiswa KKN, hal yang sama untuk tagihan jurnal,” imbuhnya.

Dadang Hardiansyah yang merupakan salah satu peserta KKN dari Jurusan Tadris Biologi turut menanggapi hal tersebut. Dadang mengungkapkan, Ia pribadi tidak mempermasalahkan bayar HAKI selama tidak ada hal yang timpang dalam tugas HAKI.

“Saya pibadi HAKI ini tidak jadi suatu permasalahan, selama tidak adanya hal yang timpang dalam tugas HAKI ini. Justru, menurut pandangan saya membuat HAKI bagi mahasiswa KKN itu sendiri cukup penting, di mana dengan adanya kewajiban atau beban tugas membuat HAKI. Maka, akan mendorong mahasiswa KKN lebih kreatif dan inovatif lagi,” ungkapnya.

Dadang juga mengatakan bahwa HAKI dapat bermanfaat dalam memotivasi mahasiswa untuk membuat inovasi baru, serta dapat menjadi pengingat kepada mahasiswa bahwa pengakuan suatu produk harus benar-benar diperhatikan.

“Tentu bermanfaat karena dapat memotivasi mahasiswa untuk membuat suatu gebrakan baru, HAKI bisa menjadi sebuah keuntungan karena dapat menjadi pengingat kepada mahasiswa bahwa pengakuan suatu produk harus benar-benar diperhatikan. Mengingat era saat ini, rentan akan pengakuan tidak bertanggung jawab dari pihak luar,” katanya.

Baca Juga: FEBI UIN SU Siapkan Wadah Pusat Karir untuk Mahasiswa dan Alumni

Reporter   : Rizkiani Fadhila dan Sofia Ranti Tumangger

Editor        : Annisa 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles