
Medan, Dinamika Online–Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Negeri Antasari, Banjarmasin, telah sukses menggelar Webinar Nasional dengan mengangkat tema “Meningkatkan Kreativitas dan Produktivitas dalam Berkarya dan Berinovasi dengan Desain Grafis di Era Digital” pada Sabtu, 23 Juli 2022 pukul 08.00 WITA melalui Zoom. Acara ini diikuti sebanyak 70 mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Muhammad Ridha M.Pd. selaku Pemateri Literasi Digital menjelaskan betapa pentingnya dunia digital. “Dunia digital menawarkan akses dan fasilitas untuk mudah bekerja, meningkatkan kompetensi, berinteraksi, dan berkolaborasi. Beberapa tahun lalu, kita kesulitan dalam memperoleh data. Sekarang, informasi melimpah ruah melalui produk gawai. Saat ini, sebagai pilar salam indeks informasi dan literasi digital, masyarakat Indonesia dipandang perlu dalam mengakses, menyaring, dan memanfaatkan setiap data dan informasi yang diterima dan didistribusikan dari dan ke berbagai platform digital yang dimilikinya. Sehingga kita perlu literasi digital,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muhammad Muttaqin Hidayatullah selaku Pemateri Tingkatkan Kreativitas dalam Berkarya dan Berinovasi dengan Desain Grafis menuturkan betapa pentingnya desain grafis. “Desain grafis adalah salah satu kemampuan yang dibutuhkan hampir di semua pekerjaan, terutama di era digital seperti sekarang. Desain grafis adalah tempat untuk membentuk ciri khas diri atau identitas yang menghasilkan karya inovasi penuh kreativitas. Akhirnya, desain grafis menjadi media komunikasi dengan orang lain tanpa perlu berbicara secara langsung,” tuturnya.
Terakhir, Ahmad Mubarok selaku Panitia Penyelenggara Webinar Nasional ini berharap webinar seperti ini dapat diperbanyak lagi kedepannya. “Adanya penyelenggaraan kegiatan seperti ini sangat baik untuk generasi milenial saat ini, yang mana semua kegiatan dengan serba digital. Jika kita tidak paham, maka kita akan tertinggal. Harapan saya semoga kegiatan seperti ini dapat diperbanyak nantinya,” harapnya.
Reporter : Zulfah Hannum Bahri dan Irma Yanti Lubis
Editor : Putri Khairunnisa Nabilah

