
Medan, Dinamika Online–Pusat Pengembangan dan Bisnis (Pusbangnis) UIN SU mengeluarkan Surat Himbauan (SH) kepada Bapak/Ibu Dekan dan Direktur Pascasarjana untuk memasukkan pembayaran foto wisuda sebesar Rp100.000,00 dalam biaya jaminan baju toga. Surat tersebut diedar pada Senin, 6 November 2023.
Imbauan pada surat ini diperuntukkan kepada wisudawan sarjana/pascasarjana untuk memasukkan pembayaran foto wajib dalam biaya jaminan baju toga. Diterangkan bahwa foto yang akan di dapatkan oleh wisudawan sebanyak 3 foto cetak, di antaranya foto dengan Rektor UIN SU, Dekan, dan Foto sendiri dengan berlatarkan wisuda ke-81.
Kepala Pusbangnis UIN SU Rahmat Daim Harahap, M.Ak. memberikan kejelasan bahwasanya imbauan ini lahir karena adanya perbedaan yang mencolok dalam wisuda kali ini, di mana rektor bersalaman dengan dekan yang kemudian menggeser tali toga wisudawan.
Baca Juga: Dies Natalis UIN SU ke-50 Tahun, FEBI Berlakukan Perkuliahan Daring
“Wisuda tahun ini berbeda, di mana sebelumnya tidak ada bersalaman dengan rektor dan hanya berdiri saat pelantikan serta menggeser tali toganya sendiri. Kali ini, rektor akan menggeser tali toga wisudawan yang kemudian bersalaman diikuti dengan dekan masing-masing. Dari momen wisuda ini sangat disayangkan jika tidak diabadikan, jadi ini insiatif baru,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa biaya partisipasi sejumlah Rp100.000,00 untuk biaya tiga foto wisuda, cetak, serta latar belakang foto bukanlah kewajiban. Keputusan dikembalikan kepada jumlah wisudawan yang bersedia berdasarkan laporan fakultas.
“Surat imbauan itu bukan berarti mewajibkan, wisudawan yang ikut dikenakan biaya Rp100.000,00 untuk tiga foto wisuda karena sudah ada biaya foto, cetak, dan latar belakang wisuda juga. Itu tidak kita paksakan, sampai sekarang kita juga sedang menunggu berapa orang yang bersedia atau tidaknya dari fakultas,” tegasnya.
Terakhir, Salah satu Calon Wisudawan FITK UIN SU berinsial J menanggapi bahwa kutipan uang yang diimbau tersebut juga penting, mengingat nantinya akan digunakan untuk foto, kudapan, dan makan siang saat wisuda. Hanya saja, ia menyayangkan perihal orang tua yang tidak dipersilakan untuk mengikuti berlangsungnya wisuda.
“Menurut saya wajar Rp100.000,00, mungkin itu untuk snack dan makan siang kami seperti yudisium kemarin, katanya itu untuk foto juga. Tetapi yang sangat dikecewakan, kenapa orang tua tidak boleh masuk? Mereka jauh dari kampung tetapi tempat duduknya tidak tersedia. Padahal, ini semua, ‘kan, juga saya persembahkan untuk orang tua,” keluhnya.
Baca Juga: Peringati Milad ke-50 Tahun, UIN SU Bacakan Selawat Munjiyat
Reporter : Nathasyah Putri Maharanni dan Sofia Ranti Tumangger
Editor : Rika Wulandari

