
Medan, Dinamika Online–Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN SU telah memutuskan untuk mempercepat pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor: B-1516/USI.I/PP.00.9/06/2024. Wakil Dekan (WD) I FUSI Dr. Elly Warnisyah Harahap M.Ag memberikan tanggapannya terkait hal tersebut pada Selasa, 25 Juni 2024.
Baca Juga: Luar Biasa! Webinar Nasional HMJ PAI FITK UIN SU Mencapai 500 Peserta
Dr. Elly mengatakan bahwa jadwal UAS dipercepat dengan tujuan mempermudah mahasiswa semester VI yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekaligus mahasiswa yang akan melaksanakan semester antara.
“Pertimbangannya untuk memudahkan mahasiswa semester VI yang akan KKN dan banyak juga mahasiswa semester VI yang mau melaksanakan semester antara. Saya diminta oleh Dekan mempercepat jadwal UAS, jika semua dosen sudah menyelesaikan perkuliahan, dan minggu lalu itu sudah minggu ke-16 sejak perkuliahan. Jadi, tidak ada masalah untuk dipercepat,” katanya.
Lebih lanjut, ia mempertegas bahwa berdasarkan SE tidak ada yang memberatkan mahasiswa, karena terdapat persyaratan wajib UAS ialah memenuhi kriteria 14 pertemuan, dan sudah melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS), maka ia dipersilahkan untuk UAS.
“UAS hanya boleh dilaksanakan kalau memenuhi 14 pertemuan dan sudah melaksanakan UTS. SE juga sudah diterbitkan dua minggu sebelum ujian. Semua dosen dan mahasiswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan semua materi,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Zubaidah salah satu Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Semester II mengungkapkan bahwa ia belum siap menghadapi UAS yang sifatnya mendadak dikarenakan waktu belajar yang cukup singkat.
“Menurut saya pribadi, saya merasa kurang siap menghadapi ujian akhir ini, saya belum memaksimalkan belajar dan waktu terasa lebih singkat. Akibat dari jadwal yang dipercepat tadi, banyak materi yang belum selesai sehingga kami diminta untuk belajar mandiri, karena tidak semua mahasiswa mampu belajar mandiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar penyelenggara jadwal ujian disesuaikan dengan kalender akademik, dikarenakan tidak semua mahasiswa dapat menerima keputusan dari SE.
“Harapan saya ke depannya, saya berharap agar pengelolaan jadwal ujian dilakukan sebaik dan seprofesional mungkin, sebab masih banyak mahasiswa yang kurang bisa menerima hal-hal semacam ini,” harapnya.
Di sisi lain, Rizki Ananda Pratama Barutu, salah satu Mahasiswa IAT Semester II menganggap bahwa jadwal ini tidak terlalu cepat untuk diselenggarakanya ujian. Ia berharap ke depannya diberikan kejelasan lebih cepat terkait jadwal akademik seperti pelaksanaan ujian.
“Saya setuju dengan jadwal UAS yang sekarang, karena memang saya sudah siap untuk melangsungkan ujian. Saya beharap ke depannya diberikan kejelasan lebih lanjut mengenai jadwal-jadwal akademik yang penting, terlebih waktu untuk pelaksanaan ujian, sehingga mahasiswa dan dosen dapat menyiapkan diri untuk ujian dengan lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Adakan Webinar Nasional, HMJ PAI Hadirkan Dua Pemateri
Reporter : Nathasyah Putri Maharanni dan Khairussyifa Auliya
Editor : Aqlia Matslina Fattah

