
Tebing Tinggi, Dinamika Online–Kelompok 53 KKN-DR UIN SU melakukan pembuatan penyanitasi tangan berbahan alami daun sirih dan jeruk nipis bersama pemuda/i Kelurahan Persiakan. Kegiatan yang diadakan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 ini dilaksanakan di Aula kelurahan Persiakan, Kec. Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi pada Minggu, 25 Juli 2021.
Dwika selaku pemateri menjelaskan latar belakang memilih daun sirih dan jeruk nipis sebagai bahan utama. “Alasan menggunakan daun sirih dan jeruk nipis adalah karena sudah teruji bahwasanya ekstrak cair dari daun sirih dan jeruk nipis memiliki kandungan yang sama, yaitu sebagai anti bakteri. Selain itu, kadar daun sirih 15% terdapat kadar etanol, yang mana etanol berfungsi mengurangi kadar jumlah bakteri,” jelasnya.
Adapun langkah-langkah pembuatannya, yakni pertama, 50 gram daun sirih bersih, lalu dikeringkan. Selanjutnya, daun sirih digunting dan didihkan dengan air sekitar 200 ml hingga suhu 90 derajat Celsius, kemudian tuangkan air mendidih itu ke dalam guntingan daun sirih. Lalu, masak dengan cara di steam dengan api kecil sekitar 30 menit. Setelahnya saring daun, hingga diperoleh ekstrak cair daun sirih. Selanjutnya, ekstrak cair daun sirih didinginkan dan diberi perasan jeruk nipis 8 ml, kemudian tuang ke botol yang sudah disediakan. Penyanitasi tangan siap digunakan.
Lurah Persiakan, Ngatimin, S.Pd. berharap kegiatan ini dapat nantinya dikembangkan oleh masyarakat sekitar. “Semoga yang sudah didapatkan oleh pemuda/i hari ini bisa dikembangkan di rumah, minimal untuk pribadi dan masyarakat pada umumnya. Dan mudah-mudahan bisa menjadi peningkatan ekonomi masyarakat, dengan memproduksi serta mendistribusikannya,” harapnya.
Haikal Yudho Prasetyo, salah satu pemuda asal Persiakan menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kegiatan pembuatan penyanitasi tangan ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih tahu tentang pengelolaan bahan-bahan alami beserta manfaat yang terkandung di dalamnya. Dari kegiatan ini, bisa digunakan untuk diri sendiri dan kepada masyarakat lain yang ada di lingkungan sekitar,” ucapnya.
Reporter : Sri Julia Ningsih dan Indah Yani
Editor : Adelini Siagian

