
Penulis: Richa Ardelila Hutabarat
Siapa, nih, yang suka memasak? Memasak menjadi kegiatan di setiap harinya. Bagi Anda yang suka dengan memasak pasti sudah tidak asing lagi dengan bahan yang bernama tepung. Tepung menjadi salah satu bahan masakan yang bisa digunakan dalam berbagai macam jenis makanan ringan maupun berat.
Tepung terdiri dari partikel kecil yang padat dengan bentuk butiran lembut. Tepung sendiri memiliki berbagai macam/jenis, kebanyakan tepung terbuat dari bahan nabati. Kegunaannya tentu sangat diperlukan untuk keperluan bahan masakan rumah tangga maupun sebagai bahan baku industri.
Nah, apakah kamu sudah mengetahui apa saja jenis-jenis tepung? Tiap-tiap macam tepung memiliki kegunaanya masing-masing. Agar bisa menggunakan sesuai dengan semestinya dan dapat membuat makanan berbahan dasar tepung dengan benar. Berikut penulis paparkan jenis-jenis tepung mulai dari bahan baku, kandungan serta kegunaannya.
- Tepung Terigu
Tepung terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir gandum, dan digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mi dan roti. Tepung terigu mengandung banyak zat pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air. Tepung terigu juga mengandung protein dalam bentuk gluten, yang berperan dalam menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu.
Lembaga gandum memiliki kandungan nutrisi tinggi seperti serat pangan, protein, vitamin B1, B2, B3, B6, asam folat, magnesium, tembaga, fosfor, seng, mangan dan selenium. Selain itu, bagian ini juga merupakan sumber yang baik bagi vitamin E, zat besi dan asam lemak esensial. Dengan kandungan natrium yang rendah dan tidak mengandung kolesterol semakin memperkuat intisari gandum sebagai bagian yang paling bergizi dari biji gandum. Terdapat 3 jenis tepung terigu diantaranya:
- Tepung berprotein tinggi (bread flour): tepung terigu yang mengandung kadar protein tinggi, antara 11–13%, digunakan sebagai bahan pembuat roti, mi, pasta, dan donat.
- Tepung berprotein sedang/serbaguna (all purpose flour): tepung terigu yang mengandung kadar protein sedang, sekitar 8–10%, digunakan sebagai bahan pembuat kue cake.
- Tepung berprotein rendah (pastry flour): mengandung protein sekitar 6–8%, umumnya digunakan untuk membuat kue yang renyah, seperti biskuit atau kulit gorengan ataupun keripik.
- Tepung Tapioka
Tapioka atau yang terkadang disebut dengan nama kanji adalah tepung pati yang diekstrak dari umbi singkong. Tepung tapioka juga mempunyai beberapa sebutan lain, seperti tepung aci atau tepung kanji. Tapioka memiliki sifat-sifat yang serupa dengan tepung sagu, sehingga penggunaan keduanya dapat dipertukarkan.
Sedangkan tepung singkong sebenarnya berbeda dengan tepung tapioka. Tepung tapioka adalah hasil ekstraksi umbi singkong sedangkan tepung singkong adalah tepung dari hasil parutan singkong yang dikeringkan. Kandungan utama tapioka adalah karbohidrat dengan kadar rendah protein, lemak jenuh, dan sodium. Kandungan vitamin dan mineral di dalamnya tidaklah signifikan.
Tepung ini sering digunakan untuk membuat makanan dan bahan perekat. Banyak makanan dan minuman tradisional yang menggunakan tapioka sebagai bahan baku utamanya, seperti aneka jenis kerupuk, mpek-mpek, tekwan, bakso, siomay, pacar cina, serta kolak biji salak.
- Tepung Maizena
Tepung jagung, pati jagung, atau maizena adalah pati yang didapatkan dari endosperma biji jagung. Tepung jagung merupakan bahan makanan populer yang biasa digunakan sebagai bahan pengental sup atau saus, dan digunakan untuk membuat sirup jagung dan pemanis lainnya.
Tepung jagung digunakan sebagai bahan pengental pada makanan berbasis cairan (seperti sup). Tepung jagung dapat membentuk adonan ketika dicampur dengan air dingin. Nuget Ayam menggunakan tepung jagung untuk meningkatkan penyerapan minyak dan kerenyahan ketika penggorengan.
Tepung jagung memiliki kandungan vitamin dan mineral yang beragam. Sebut saja vitamin A, B1, B2, B3 hingga vitamin C. Selain itu juga mengandung beragam mineral penting bagi tubuh seperti misalnya kalsium, fosfor dan kalium. Dalam tepung maizena terdapat 27% amilosa dan amilopektin 73%. kadar amilosa yang tinggi ini dapat berpengaruh dalam pembentukan gel yang kuat dan kaku, sedangkan amilopektin sangat bagus untuk mencegah terjadinya granula pecah akibat gelatinisasi. Hebatnya lagi, tepung maizena juga dikenal sebagai tepung yang rendah gula, bebas gluten serta tidak mengandung lemak sehingga aman bagi kesehatan dan bagi yang sedang menjalani program diet.
- Tepung Beras
Tepung beras adalah tepung yang dibuat dari beras yang ditumbuk atau digiling. Tepung beras tidak sama dengan pati beras yang dibuat dengan merendam beras dalam larutan alkali. Tepung beras dapat dijadikan pengganti dari tepung gandum bagi penderita intoleransi gluten karena tepung beras tidak mengandung gluten.
Kandungannya sendiri dalam 100 gram tepung beras putih, terkandung berbagai nutrisi, diantaranya 80 gram karbohidrat, 7 gram protein, 94 miligram fosfor, 75 mg kalium, 23 mg magnesium. Penggunaannya digunakan untuk bikin bihun, bakmi, aneka jajanan, kue kering, biskuit, makanan bayi, dan tepung campuran. Berbagai jenis mi dibuat dari tepung beras, seperti Banh Canh asal Vietnam. Makanan lainnya yang saat ini yang paling terkenal adalah makan dari Korea Selatan yaitu Tteokbokki.
- Tepung Ketan/Pulut
Tepung ketan adalah tepung yang terbuat dari beras ketan putih yang diolah dengan cara digiling, ditumbuk atau dihaluskan. Teksturnya mirip dengan tepung beras, namun jika diraba, tepung ketan akan terasa lebih lengket. Hal ini karena tepung ketan lebih banyak mengandung pati yang berperekat.
Tepung ketan masuk varietas oryza sativa L golongan glutinous rice, ia memiliki kandungan pati yang tinggi, dengan kadar amilosa 1–2% dengan kadar amilopektin 98–99% yang berpengaruh pada daya lekat tepung ketan. Sedang urusan gizi, tepung ketan mengandung karbohidrat, kalori, vitamin B, selenium, seng, magnesium, serat, tembaga dan fosfor.
Tepung ketan juga banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk beragam kue. Perlu diingat bahwa tepung ketan tidak boleh dimasak terlalu lama agar kue tidak pecah dan berubah bentuk. Hal ini karena sifat ketan yang cepat masak seperti pada pembuatan klepon atau kueku.
Editor: Rindiani

