
Medan, Dinamika Online–Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika UIN SU melangsungkan forum interaktif dengan Wakil Rektor (WR) I Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. dalam forum Apa Kabar Dinamika Kampus (AKDK) XVIII. Forum ini berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Kampus II UIN SU Pancing pada Selasa, 10 September 2024.
Baca Juga: Menilik Rencana Aksi Sema-U dan Dema-U, LPM Dinamika Langsungkan AKDK XVIII
WR I berpendapat bahwa mahasiswa saat ini berbeda jauh dari mahasiswa pada masanya. Minimnya minat untuk membaca hal-hal ilmiah, menjadikan mahasiswa saat ini kurang berpikir kritis terutama saat berdiskusi.
“Pergerakan mahasiswa, terutama Mahasiswa UIN SU makin hari makin mengalami penurunan. Saat ini, saya kesulitan menemukan mahasiswa yang membawa buku-buku bacaan berkualitas. Dahulu banyak mahasiswa yang memakai tas, tetapi dia juga memegang satu buku untuk menjadi bahan diskusi mereka saat itu,” tuturnya.
Selain itu, ia mengatakan meski 1998 merupakan masa reformasi, mahasiswa yang saat itu turun ke jalan, selain menyampaikan aspirasinya terhadap carut-marutnya pemerintahan, juga didasarkan oleh kemampuan teoritik mahasiswanya.
“Kita ketahui bersama bahwa 1998 merupakan masa reformasi, itu merupakan buah dari perjalanan panjang kita. Jadi, selain mahasiswa berdemo, tetapi demo itu atau unjuk rasa itu tetap didasarkan oleh kemampuan teoritik,” katanya.
Sejalan dengan apa yang disampaikan WR I, Muhammad Jefri Lubis salah satu peserta AKDK XVIII menjelaskan bahwa semangat dan minat literasi mahasiswa harus terus digalakkan. Hal ini agar mahasiswa mampu berpikir kritis, juga mampu mewujudkan generasi baru yang cemerlang.
“Apa yang dikatakan WR I tadi ada benarnya. Kita perlu menggalakkan semangat dan minat baca mahasiswa. Faktanya, banyak mahasiswa sekarang yang berpikir ‘yang penting kuliah’ tanpa memikirkan hal atau prestasi yang dapat digunakan untuk masa depan nanti,” jelasnya.
Baca Juga: Pembukaan PON XXI Aceh-Sumut, Para Atlet Antusias Ikuti Pawai Aksi
Reporter : Fadillah Hanum dan Suci Amara Harahap
Editor : Muhammad Daffa

