
Medan, Dinamika Online–Mahasiswa Angkatan 2017 Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UIN Sumut menggelar Webinar Kesehatan Nasional. Pada hari pertama kegiatan ini mengusung tema “Menilik Realita (Peduli Lindungi) Kesenjangan serta Kebermanfaatan Data dalam Menghadapi Covid-19 di Indonesia” yang dilaksanakan secara daring via Zoom pada Rabu, 19 Januari 2022.
Webinar ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan II (WD II) FKM UIN Sumut Dr. Watni Marpaung, M.A. Dalam sambutannya, Watni berharap kegiatan ini sebagai contoh bagi departemen peminatan yang lain. “Dengan adanya webinar yang diadakan oleh Peminatan AKK semoga menjadi contoh baik untuk peminatan yang lainnya dan memberikan manfaat serta menjadi langkah strategis dalam kebijakan yang telah dirangkai oleh pemerintah,” tuturnya.
Fitriani Pramita Gurning, S.K.M., M.Kes. selaku Ketua Departemen Peminatan AKK FKM UIN Sumut menyebutkan bahwa dalam kebijakan Menteri Kesehatan (Menkes) terdapat sistem top down. “Di dalam isi kebijakan Menkes terdapat satu sistem satu data, terdapat sistem pendataan top down dengan mengumpulkan data dari instansi terkait bisa berupa nama dan NIK yang nantinya akan dimasukkan ke aplikasi Peduli Lindungi kemudian akan diverifikasi lalu mendapat e-tiket untuk melakukan vaksinasi,” sebutnya.
Aulia Zahrina Qashri, S.Kom., M.Med. selaku Product Manager Digital Transformation Office Kemenkes RI, mengingatkan bahwa pentingnya vaksinasi. “Kalian harus percaya bahwa vaksin itu lebih besar manfaatnya daripada tidak vaksin. Salah satu manfaat yang kita dapatkan yaitu syarat perjalanan sebagai status penanda kelayakan warga untuk bepergian ke suatu tempat, dapat membantu kepentingan perjalanan, meningkatkan kualitas dan kecepatan input data dalam sistem terpusat yaitu Peduli Lindungi,” jelasnya.
Netha Gloria Br. Ginting, salah satu mahasiswa Peminatan AKK FKM UIN Sumut mengaku lebih memahami polemik vaksinasi. “Dengan adanya webinar ini saya lebih memahami polemik vaksinasi yang ada di Indonesia, dan menjadi lebih paham tentang penggunaan aplikasi Peduli Lindungi,” katanya.
Reporter : Nur Rizky Arini Lubis dan Nurhamidah
Editor : Nurul Liza Nasution

