
Pelaksanaan sidang senat terbuka dan wisuda ke-76 yang berlangsung di Aula Kampus II UIN SU secara daring pada Selasa 29 Juni lalu, menghasilkan wisudawan/wisudawati terbaik tiap fakultasnya. Salah satunya Nur Aini Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam ini dinobatkan sebagai wisudawati terbaik Fakultas Ilmu Sosial. Memperoleh IPK 3,82 membuatnya tidak menyangka akan menjadi wisudawati di fakultasnya.
Wisudawati yang biasa dipanggil Aini ini mengaku bahwa ia tidak pernah memimpikannya sebelumnya, mengingat bahwa ia telat satu semester dari normalnya target wisuda. Ketika ditanya apa rahasia keberhasilannya itu, ia pun dengan senang hati mengatakan bahwa mungkin itu semua berkat doa dan rida orang tuanya yang ia anggap sebagai rida Allah Subhanahu wa ta’ala juga.
“Kalau untuk rahasia, mungkin salah satunya doa dari Ibu saya. Selama kuliah, hampir setiap hari saya menghubungi Ibu saya di kampung untuk meminta doanya, agar segala urusan saya diberi kemudahan oleh Allah. Karena saya yakin dan percaya rida orang tua adalah rida tuhan juga. Di samping itu saya hanya menanamkan dalam diri bahwa harapan orang tua saya sangat besar, saya harus memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin agar tidak sia-sia. Di luar sana banyak yang ingin kuliah, namun karena kondisi dan keadaan, mereka belum diberi kesempatan,” jelasnya.
Kemandirian Aini dalam belajar membuktikan bahwa kuliah menjadi prioritas utamanya. Namun, dirinya juga tidak menampik bahwa selama kuliah ia juga mengikuti organisasi yang mendukung kegiatan perkuliahannya. “Kuliah saya memang selalu menjadi prioritas, tapi ada salah satu organisasi ekstra yang saya ikuti. Namun hal itu sama sekali tidak mengganggu kuliah saya. Sebaliknya, itu malah menambah wawasan saya terkait jurusan yang saya ambil. Kebetulan organisasi yang saya ikuti, sejalan dan searah dengan jurusan saya. Hal itu juga semakin membuat saya semakin berkembang,” ungkapnya.
Dengan dinobatkan sebagai wisudawati terbaik di fakultas, tentu memiliki kebanggaan tersendiri baginya. Namun, gadis cantik ini tetap berusaha rendah hati. “Kalau bangga jujur tidak ada, cuma kalau rasa bersyukur, alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali atas nikmat dan kesempatan yang diberikan Allah kepada saya. Saya takut untuk merasa bangga, sebenarnya terpilihnya saya menjadi wisudawati terbaik fakultas malah membuat tanggung jawab saya semakin besar untuk mengamalkan ilmu dan gelar saya,” ucapnya dengan rendah hati.
Gadis kelahiran 5 Agustus 1998 ini berhasil mencapai prestasinya, baik dibidang akademik maupun non-akademik. M. Yose Rizal Saragih, M.I.Kom. selaku wakil Dekan III fakultas ilmu sosial berharap Aini kelak melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.
“Pertama alhamdulillah kita sampaikan atas keberhasilannya. Tentunya secara akademis sangat kita berharap mahasiswi bersangkutan untuk melanjutkan studinya pada strata S2. Hal ini tentunya dimaksudkan sebagai bentuk penguatan basis keilmuan yang pada gilirannya dapat membangun integritas keilmuan tentunya sangat berguna dalam kehidupan peradaban kehidupan sosial pada tataran agama, nusa dan bangsa,” pungkasnya.
Reporter : Risma Dona Siregar Tri Pujiati Panggabean
Editor : Rindiani

