
Medan, Dinamika Online – Suasana hikmat terasa saat berada di Wisma II Ruang 2B Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP), yang terdengar hanya suara lelaki separuh baya yang antusias menyampaikan materi Menulis Feature, begitu pun dengan 21 peserta dari perwakilan pers mahasiswa se-Indonesia yang serius menyimak materi yang disampaikan, Selasa (08/16).
Guntur Adi Sukma Redaktur Nasional Harian Analisa menyampaikan materi kedua pada Pelatihan Nasional Pers Mahasiswa (PENA PERSMA) LPM Dinamika UIN SU. Dalam materinya Guntur memaparkan bahwa dalam penulisan feature tidak boleh sembarang buang kalimat, manakala tulisan yang dihapus merupakan hal penting dari sebuah tulisan. “Tidak sembarang buang, harus hati-hati, manakala yang dibuang itulah sebenarnya yang penting,” ujarnya.
Lebih lanjut Guntur memaparkan tulisan haruslah berdasarkan fakta, “Dalam penulisan feature juga harus berdasarkan fakta dan data yang ditemukan saat reportase di lapangan dan diikat ketat oleh etika jurnalistik. Dan dalam penulisannya dibolehkan untuk mengubah tulisan itu selama tidak mengubah dari makna sebelumnya,” ujarnya.
Penulisan feature yang berbentuk human interest juga bisa dijadikan sebagai aspek yang dapat menyentuh sisi empati kita, terutama dalam aspek kemanusiaan dan bisa langsung keperasaan serta hati nurani bagi orang yang membacanya, begitu Guntur menjelaskan.
Acara selanjutnya diisi dengan sesi tanya jawab oleh peserta kepada pemateri. Pelatihan kemudian diakhiri dengan sesi penyerahan plakat dari panitia kepada pemateri dan foto bersama.
Reporter : Indra Syahputra
Editor : Nurtiandriyani S

