
Medan, Dinamika Online–Sejumlah Mahasiswa UIN SU menggelar aksi unjuk rasa menuntut koreksi cepat atas perubahan regulasi beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, yang dinilai mengecewakan mahasiswa. Aksi ini dilakukan di depan Biro Kampus II UIN SU Pancing, pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Ketua Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) UIN SU, Darwis Mustaqim, mengatakan perubahan regulasi yang mewajibkan calon mahasiswa penerima KIP memiliki kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), telah melanggar ketentuan ketentuan umum yang juga mencantumkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai bukti sah kondisi ekonomi.
Baca Juga: KSPMS Golden UIN SU Gelar Kompetisi Stocklab, Guna Simulasi Transaksi Saham
“Prosedur seleksi tahun-tahun sebelumnya selalu mengikuti persyaratan umum. Akan tetapi tahun ini, setelah wawancara selesai, tiba-tiba regulasi berubah. Padahal dari 4.000 pendaftar, sekitar 1.900 sudah mengurus SKTM. Mereka sudah lelah bolak-balik ngurus berkas, tapi mendadak dinyatakan tidak berlaku. Ini jelas mengecewakan,” tuturnya.
Selain itu, Darwis juga menyinggung adanya dugaan praktik tidak sehat dalam pengelolaan beasiswa dan bidang akademik. Ia mengaku telah menerima banyak laporan dari berbagai fakultas terkait oknum dosen yang menjadikan urusan akademik sebagai ladang bisnis.
“Kita kalau bicara laporan, itu banyak sekali. Baik itu Fakultas Dakwah, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Sains dan Teknologi, bahkan hampir seluruh fakultas itu ada laporannya tersendiri,” katanya.
Sementara itu, salah satu Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester V, Sahetapy Kamal, menyatakan dukungan penuhnya terhadap aksi tersebut. Ia menilai aksi ini sangat mewakili keresahan mahasiswa terhadap kebijakan kampus yang belakangan dinilai tidak berpihak pada mahasiswa.
“Saya pribadi mendukung sepenuhnya aksi unjuk rasa dan demo dengan catatan hal tersebut dilakukan dengan damai tanpa aksi anarkis. Belakangan ini pun, pihak kampus sering membuat kebijakan yang tidak menguntungkan bagi mahasiswa. Saya melihat kondisi kampus sekarang cenderung mengalami kemunduran, bukan kemajuan,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap pihak birokrat UIN SU mampu mendengar dan menjalankan semua aspirasi dan permasalahan yang menjadi keluh kesah mahasiswa demi kebaikan lingkungan kampus kedepannya.
“Harapan saya, pihak birokrat bukan hanya sekadar mendengar, tetapi juga menjalankan seluruh aspirasi dan semua permasalahan yang menjadi keluh kesah mahasiswa demi kebaikan lingkungan kampus ke depannya,” harapnya.
Sejak saat aksi dimulai hingga berakhir pada sore hari, tidak ada pimpinan UIN SU yang hadir untuk menampung aspirasi massa.
Baca Juga: Sema-U Melangsungkan Aksi Demonstrasi, Berikan Lima Tuntutan kepada UIN SU
Reporter: Nafiis Satria Pratama dan Khairussyifa Auliya
Editor: Safna Dawita

