Medan, Dinamika Online–Program studi (Prodi) Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) raih Akreditasi Unggul melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Hal ini diresmikan dari Surat Keputusan (SK) Nomor: 275/SK/LAMDIK/Ak/M/III/2024 yang disahkan pada Selasa, 5 Maret 2024.
Ketika diwawancarai secara langsung di ruangannya pada Kamis 7 Maret, Dr. Salminawati, S.S., M.A. selaku Kepala Prodi (Kaprodi) Magister PAI menjelaskan proses bagaimana PAI bisa terakreditasi menjadi unggul. Mulai dari membuat borang atau Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (DKPS), hingga mengirimkannya ke LAMDIK.
Baca Juga: KSR PMI UIN SU Langsungkan Musyawarah Anggota Angkatan XXVII
“Sebenarnya prosesnya itu dari pendirian sudah harus mulai direalisasikan. Akan tetapi kebetulan kami membuat borang atau LED DKPS itu standarisasi dari pemerintah yang diisi oleh prodi, kemudian dikirim lalu dinilai. Itu kami mengerjakannya empat bulan, sejak Oktober, November, Desember, dan Januari,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa saat penilaian, Prodi Magister PAI mendapatkan perolehan nilai 384. Tentunya ia sangat bersyukur, karena merasa tidak pernah menyangka PAI bisa meraih nilai yang setinggi itu.
“Jadi akreditasi itu ada nilai-nilainya, dari unggul, baik sekali, maupun baik. Jadi, kalau unggul itu mulai dari 361–400. Alhamdulillah, kemarin Magister PAI mendapat 384, itu sudah luar biasa. Tidak pernah menyangka bisa meraih nilai tinggi karena jarang prodi bisa meraih nilai setinggi itu,” tambahnya.
Dilain sisi, Dzul Fadli Sya’bana S.Pd. Mahasiswa Magister PAI Nonreguler A Semester IV stambuk 2022, berharap agar Magister PAI UIN SU dapat mempertahankan akreditasi dan kualitasnya menjadi lebih baik lagi.
“Saya berharap dengan Akreditasi Unggul Magister PAI UIN SU dapat mempertahankan akreditasi dan kualitasnya, serta Magister PAI dapat menjadi contoh di Asia Tenggara dengan mencerminkan kualitas pendidikan yang unggul, dan memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ilmu keislaman serta pemberdayaan masyarakat,” harapnya
Baca Juga: Mesin ATM Tak Kunjung Hadir, Kabag Umum Beri Kejelasan
Reporter: Wira Wiyana Sari dan Rizkiani Fadhila
Editor : Ranum Aisyah

