
Medan, Dinamika Online–UIN SU kembali rancang sistem Kuliah Kerja Nyata (KKN), yakni teman dan lokasi KKN ditentukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LP2M UIN SU, Putra Apriadi Siregar, S.K.M., M.Kes. via telepon WhatsApp dengan salah satu Kru Dinamika pada Rabu, 8 Mei 2024.
Baca Juga: Prodi TBINDO UIN SU Hadiri Seminar Nasional Kepenulisan Cerita Anak
Putra menegaskan bahwa pelaksanaan sistem KKN akan berbeda dengan periode sebelumnya, ia mengatakan bahwa sistem KKN akan dipilih langsung oleh LP2M UIN SU sesuai dengan kebijakannya tanpa campur tangan yang lain.
“Mereka mendaftar pada link yang tersedia, lalu disesuaikan dengan syarat KKN. Ketika sudah selesai, maka dibentuk kelompoknya. Siapa yang menentukan kelompoknya. Kembali lagi yang menentukan, yaitu LP2M. Jadi tidak benar, jika kelompok itu ditentukan oleh mahasiswa sendiri. Mungkin itu periode yang lalu, kini kebijakan akan di atur oleh pihak LP2M,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan perubahan KKN tahun ini bertujuan agar mahasiswa bisa lebih berbaur dengan teman lintas jurusan dan 8 fakultas yang berbeda. Ia juga ingin agar mahasiswa mengetahui nilai dari sebuah KKN akan lebih bervariasi.
“Kalau pertimbangannya kenapa diputuskan oleh Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), agar nanti bisa berbaur, dan tidah hanya itu saja temannya. Jadi nanti, kita usahakan dia lebih merata dan acak. Dari lintas fakultas, lintas jurusan, menyatu dalam sebuah kelompok. Jadi nanti, nilai KKN itu akan lebih berwarna,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab Semester, Muhammad Haical Eriyanto Marpaung menyatakan bahwa KKN itu tidak harus ditentukan tempat dan temannya, karena tidak sedikit mahasiswa yang sudah merancang KKN tersebut.
“Menurut saya, lokasi dan teman KKN itu tidak harus ditentukan dari pihak kampus, karena banyak Mahasiswa Semester VI ini yang sudah membuat kelompok KKN sendiri. Bahkan kelompok itu sudah ada yang menentukan lokasi KKN mereka. Ada juga yang sudah survei lokasi. Jadi lebih baik, biarlah mahasiswa yang menentukan sendiri kelompok KKN-nya,” ujarnya.
Baca Juga: FKM UIN SU Laksanakan Pelantikan Ormawa
Reporter : Hadist Sulistiawati dan Khairussyifa Auliya
Editor : Fadillah Hanum


Kenapa Tidak bisa dipilih sendiri ya?. Jika terlalu acak bukannya jadi sulit untuk berkomunikasi, yang harusnya KKN itu bertujuan untuk membangun kerja sama dan menyelesaikan masalah, nantinya malah jadi perkenalan dan adaptasi rekan tim
saya tidak setuju jika pihak kampus yg memilih lokasi dan kelompok kkn nya, karena jika di acak secara teori mahasiswa butuh beradaptasi lagi dengan teman baru nya sehingga tidak tercapai tujuan dari kkn tersebut
sebenarnya ga setuju sih, kenapa harus tahun ini yang dipilihin padahal mahasiswa udah buat kelompok dan menentukan tempat, juga kalaupun pilih sendiri kan sebenarnya lebih enak karna udah kenal dari awal jadi ga canggung.
macam anak sma aja di atur”
Opsi kedua aja ditentukan dari pihak kampus kalau memang dia belum punya kelompok nya, karena dari grup KIP saja kebanyakan paling hanya membutuhkan 1 – 3 orang lagi untuk memenuhi kriteria keanggotannya, tempat juga sudah tau, bukan soal ga berbaur, tetap berbaur juga kok, karena tetap ngambil 2-3 orang dari per jurusan, dengan gabungan 5 jurusan yg berbeda, dan semua memilih keputusan ini karena sudah tau gimana kriteria orang orangnya untuk diajak kerja dan diskusi di kampung orang lain🙏🏼
Saya berpendapat alangkah baiknya KKN tahun ini mahasiswa saja yang pilih lokasi dan teman teman kelompoknya ..
Jadi keputusan KKN tahun ini memang di tentukan LP2M?
saya tidak setuju, jika tidak kenal teman bagaimana bisa tinggal disatu rumah yang sama sementara belum mengenal satu sama lain, kalau satu dua org yang kenal mungkin bisa saja, kalau tidak ada kenal satu sama lain, pasti merasa tidak enak, dan pergi kemana manaa pun tidak nyaman
Tidak semuanya bisa di percaya, lebih baik mereka memilih sendiri tempat dan teman, karna teman baru di era sekarang banyak yg munafik, tidak bisa di percayakan dan jika teman sendiri mereka akan menjaga satu sama lain. Mohon masukan ini di Terima 🙏
Saya juga tidak setuju kalau kkn dipilih oleh pihak kampus, sudah banyak mahasiswa yg memilih lokasi kkn sendiri bahkan mengumpulkan kawan kawan dari berbagai fakultas, terlebih sudah survei lokasi, jadi alangkah baik nya mahasiswa saja yang pilih sendiri untuk lokasi dan teman nya
Semoga ada Kkn mandiri
Benar yg di bilang bg haikal, sudah bnyak mahasiswa yg sudah mempersiapkan kelompok kkn nya, bukan hanya dengan teman, tapi sudah berbaur dengan 8 fakuktas lainya
Iya pak,jangan mahasiswa yang menentukan,sebab yang ber circle circle akan circle aja pak,yang tidak punya circle kasian pak
Btl bg
menurut saya tidak perlu, karna banyak kekhawatiran yg mahasiswa dpt ketika pemilihan teman tidak ada yg di kenal sama sekali. jd saya mohon untuk tidak ditindaklanjuti perihal pemilihan kelompok kkn oleh lp2m ini. biar mahasiswa sendiri yg menentukan demi kenyamanan mahasiswa juga kemudian untuk yang tidak memiliki kelempok baru disitulah tugas lp2m untuk menyatukan mahasiswa yg tidak memiliki kelompok tersebut. terimakasih
SETUJU SAMA PENDAPAT NYA HAIKAL,. MAHASISWA DAH BESAR GAK PERLU DI ATUR²
Izin kepada pihak selaku bapak/ibu saya tidak setumu yang telah di tentukan, saya ingin sekali untuk kkn ini secara mandiri yang bisa membuat dan tersendiri menyatukan ke anggotaannya dan lokasi yang sendiri menentukan.