Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar UIN SU Tahun 2025

- Advertisement - Pfrasa_F
(Kamerawan: Muhammad Fauzan Barokah)

Medan, Dinamika Online–UIN SU langsungkan Pengukuhan Guru Besar dengan mengusung tema “Mengukuhkan Kontribusi Guru Besar UIN SU dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) sebagai Pilar UIN SU Bermaslahat”, di Gedung H.M. Arsjad Thalib Lubis pada Kamis, 22 Mei 2025. Prosesi akademik yang digelar berhasil mengukuhkan sembilan guru besar secara resmi.

Sembilan Guru Besar tersebut yaitu: Prof. Dr. Ir. M. Idris, M.P.; Prof. Dr. Chuzaimah Batubara, M.A.; Prof. Dr. Muhammad Habibi Siregar, M.Ag.; Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag.; Prof. Dr. Salim, M.Pd.; Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag.; Prof. Dr. Muhammad Faisal Hamdani, M.Ag.; Prof. Dr. Saparuddin, S.E., Ak., M.Ag.; dan Prof. Dr. Sukiati, S.Ag., M.A.

Baca Juga: Cetak Sejarah, LPM Dinamika UIN SU Berhasil Raih Gold Winner di Ajang SPS Awards

Dalam pidato pengukuhan, Rektor UIN SU Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. menyampaikan, bahwa kehadiran guru besar bukan hanya sebagai capaian personal, tetapi sebagai indikator kemajuan institusi.

“Guru besar adalah simbol kematangan akademik, penjaga marwah keilmuan, dan penggerak transformasi pendidikan tinggi. UIN SU patut bersyukur karena hari ini kita mengukuhkan sembilan guru besar dengan bidang-bidang strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor juga menyampaikan bahwa ke depannya, UIN SU akan mempercepat transformasi kampus melalui tiga pendekatan. Metode tersebut adalah inovasi akademik, kolaborasi internasional, dan penguatan karakter keislaman inklusif.

“UIN SU harus menjadi rumah bagi ilmu yang berkualitas dan karakter yang toleran. Sebab, inilah wajah Islam Indonesia: Cerdas, terbuka, dan berdaya saing global, guna untuk mempercepat transformasi kampus yang intelektual,” katanya.

Prof. Dr. Ir. Muhammad Idris, M.P. dalam pidatonya berjudul “Dampak Penggunaan Lahan pada Erosi dan Strategi Pengolahannya untuk Pertanian Berkelanjutan”, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi lahan di Indonesia, sebagai pandangan dari Dosen Ilmu Pertanahan UIN SU.

“Kondisi Indonesia mendorong saya untuk bangkit menganalisa persoalan yang mendasar  terhadap masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan, untuk mengurangi erosi pada setiap penggunaan lahan,” ungkapnya.

Baca Juga: Asesmen Lapangan, FITK Langsungkan Kegiatan Perkuliahan Secara Daring

Reporter : Nathasyah Putri Maharanni dan Khairussyifa Auliya

Editor: Aqlia Matslina Fattah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles