
Medan, Dinamika Online–Terkait sistem Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2024 yang akan dilaksanakan pada Juli mendatang, pemilihan kelompok serta lokasinya ditentukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Hal ini menimbulkan pro dan kontra antara Mahasiswa UIN SU semester VI.
Baca Juga: UIN SU Gelar Wisuda ke-82, Rektor: Wisudawan adalah Duta Bangsa
Menanggapi hal ini, Muhamad Alfi Syahrin Pulungan selaku Mahasiswa Hukum Keluarga Islam (HKI) mengungkapkan dirinya kontra terhadap sistem pemilihan kelompok tersebut, mengingat banyak mahasiswa yang sudah memilih kelompok dan lokasi sendiri.
“Saya sendiri kurang setuju, bukan hanya saya tapi banyak juga dari mahasiswa kurang setuju mendengar kabar itu. Kita tahu saat ini sudah banyak mahasiswa yang telah memilih kelompoknya sendiri bahkan sudah survei lokasi,” tuturnya ketika diwawancarai pada Rabu, 15 Mei 2024.
Alfi menambahkan memang belum ada arahan dari kampus untuk survei. Menurutnya mahasiswa yang sudah survei mungkin beranggapan aturan KKN tahun ini akan sama seperti tahun sebelumnya.
“Sampai saat ini belum ada arahan dari kampus untuk survei, tetapi mungkin saja mahasiswa yang sudah survei beranggapan aturan memilih kelompok KKN tahun ini, akan sama dengan tahun sebelumnya lebih tepatnya tahun 2023,” tambahnya.
Lebih lanjut, Alfi juga mengatakan jika dalam satu kelompok tidak ada yang mengenal sama sekali dari awal, maka akan mempersulit jalannya KKN. Ia beranggapan bahwa mahasiswa yang saat ini sudah memiliki kelompok pun tidak semuanya saling mengenal.
“Jika dalam satu kelompok dari awal sama sekali tidak saling mengenal, dapat mempersulit KKN, apalagi jika nanti memiliki masalah dengan teman lainnya. Lagi pula mahasiswa ataupun mahasiswi yang sudah memiliki kelompok saat ini juga tidak semua saling mengenal, hanya beberapa.” lanjutnya.
Di sisi lain, Salsabila Fazri Az-Zahra Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ikom) menyetujui apabila pemilihan kelompok KKN ini ditentukan oleh pihak LP2M, karena merasa akan lebih seru dan menantang mengingat KKN bisa menjadi wadah relasi.
“Kalau saya pribadi lebih memilih untuk ditentukan oleh pihak LP2M. Alasannya lebih seru dan menantang karena kita bakal kerja sama dan bertukar pikiran dengan teman-teman baru. Lagi pula, KKN bisa jadi wadah menambah relasi, jadi harus dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Baca Juga: Wisuda ke-82 UIN SU, Rektor Beri Pesan Menyentuh kepada para Wisudawan
Reporter : Rizkiani Fadhila dan Nafis Satria Pratama
Editor : Fadillah Hanum

