Tuntut Empat Hal, Mahasiswa FST UIN SU Gelar Aksi

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Dinamika)

Medan, Dinamika Online–Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU menggelar aksi di Gedung FST Kampus IV Tuntungan pada Kamis, 23 Juni 2022. Dalam aksinya, mahasiswa menuntut kejelasan akreditasi jurusan dan fakultas yang hingga kini tidak jelas.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut kejelasan ma’had Al-Jami’ah Tuntungan, kejelasan semester pendek, dan fasilitas yang tidak jelas. Pada aksi tersebut, Wakil Dekan (WD) III FST, Dr. Sahdin Hasibuan, M.Ag. menyebutkan bahwa mahasiswa harus turut andil dalam menaikkan akreditasi jurusan.

“Harusnya mahasiswa tidak hanya monitoring saja, tetapi juga ikut andil dalam rapat akreditasi untuk masing-masing jurusan, minimal harus ada perwakilan di sana,” sebutnya.b

Lebih lanjut, Sahdin berharap mahasiswa dapat menjalin komunikasi yang baik bersama para dekanat karena dengan begitu tidak perlu melakukan aksi. Ia juga menjelaskan terkait uang ma’had dan semester pendek.

“Terkait uang ma’had itu sebenarnya tidak masuk ke rekening UIN SU, melainkan ada oknum-oknum yang memanfaatkan rekening tersebut. Terakhir, untuk mahasiswa yang mengambil semester pendek harus melewati semester 8 dulu. Kalau tidak, maka yang terjadi dia tidak bisa mengambil mata kuliah untuk semester regulernya. Uang terkait dengan ini masuk ke rekening BLU, untuk bisa mengeluarkannya harus dicatat jumlah dan orangnya agar bisa dibuat SK oleh rektor untuk pemgembaliannya,” imbuhnya.

Ketua Dema FST, Muhammad Alwi Nazri Siregar mengatakan bahwa delapan tahun sudah FST berdiri, tapi jauh dari kata sejahtera. “FST sudah delapan tahun berdiri, akan tetapi masih jauh dalam arti kata sejahtera, kita membayar uang ini dan itu untuk apa? Untuk tunjangan mereka, tanggung jawab mereka, tetapi tanggung jawab mereka sampai sekarang pun tidak ada kita rasakan,” cetusnya.

Alwi juga menambahkan tujuan digelarnya aksi ini. “Kami minta dekanat datang untuk membuat perjanjian hitam di atas putih, setelah itu kan tidak ada aksi atau demonstrasi. Mereka hanya perlu membuat surat, lalu untuk aksi tadi kami tunggu 2×24 jam agar mereka hadir atau menemui pihak-pihak mahasiswa,” tambahnya.

Terakhir, Muhammad Alwi Nazri Siregar menyampaikan harapannya pribadi dari adanya aksi ini agar mengetuk pintu mereka. “Harapan saya pribadi, untuk mengetuk pintu mereka, kita mau selesainya masalah dalam satu rumah maka selesainya juga dalam rumah itu, tetapi jika untuk tersebar jauh supaya membungkam mereka ya sebarkan saja, dari pada kita menderita, mahasiswa-mahasiswa terbodohi, jangan hanya kuota diperbanyak tetapi seharusnya akreditasi diperbaiki,” harapnya.

Reporter : Tia Melati dan Bella Yulisda Lubis

Editor      : Annisa

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles