
Medan, Dinamika Online–Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SU, menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut kejelasan status kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Aksi ini digelar di Pelataran Gedung Biro Kampus II UIN SU Pancing pada Rabu, 11 Juni 2025.
Aksi ini dipicu oleh ketidakpastian keputusan dari Wakil Dekan (WD) III FSH terkait penetapan Ketua HMJ HKI terpilih, serta beredarnya isu mengenai HMJ HKI yang akan divakumkan.
Baca Juga: Mahasiswa UIN SU Antusias Meriahkan Final Piala Rektor 2025
Salah satu peserta aksi, Asri Muda Maruli Harahap, Mahasiswa Jurusan HKI, mengungkapkan bahwa aksi ini dilakukan karena kecewa terhadap Wakil Dekan III yang tidak merespon tuntutan, serta surat audiensi yang diajukan.
“Kami sudah mengirim surat untuk audiensi, tetapi tidak ada i’tikad baik dari WD III untuk membicarakan ini. Sampai sekarang tidak ada jawaban apa pun,” ungkapnya.
Dalam pemilihan tersebut, Hafiza Zahra Al-Jawawy dinyatakan menang sebagai Ketua Umum HMJ HKI FSH. Namun, hasil itu digugat oleh salah satu kandidat dari jurusan lain ke dekanat dan diakomodir. Akibatnya, dilakukan pemilihan ulang yang melibatkan Ketua Jurusan (Kajur), Sekretaris Jurusan (Sekjur), dan Wakil Dekan III.
“Dia lulus verifikasi, ikut pemilihan, dan menang dua kali. Tetapi tidak ada keputusan final. Bahkan kami dengar ada isu bahwa HMJ HKI akan divakumkan,” jelas Asri.
Di sisi lain, Hafiza menyatakan bahwa HMJ adalah wadah penting bagi pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa. Jika HMJ divakumkan, maka mahasiswa akan kehilangan ruang berekspresinya.
“Kalau divakumkan, berarti tidak ada lagi ruang untuk kami bisa menyampaikan kreativitas, minat, dan bakat kami. HMJ adalah wadah kami untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kegiatan yang ada,” ujar Hafiza.
Dalam tuntutan ini, massa meminta Rektor UIN SU untuk mengevaluasi kinerja WD III FSH yang dianggap tidak tegas dan tidak konsisten dalam mengambil keputusan, khususnya dalam urusan kemahasiswaan.
“Kami meminta Rektor mengevaluasi WD III. Masalah kemahasiswaan di Fakultas Syariah dan Hukum sudah terlalu runcing. Jangan sampai ini dibiarkan berlarut-larut. ” tegas Asri.
Sebagai penutup, massa aksi memperingatkan bahwa jika tidak ada tindak lanjut yang jelas dan adil dari pihak kampus, mereka akan menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar lagi.
Baca Juga: Peringati Hari Palang Merah Internasional, KSR PMI UIN SU Adakan Donor Darah
Reporter: Windari Syntia dan Nurhasanah Lubis
Editor: Muhammad Daffa

