
Medan, Dinamika Online–Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) menggelar Wisuda ke-85 yang diikuti oleh sekitar 1.976 wisudawan, pada Rabu, 21 Mei 2025. Acara ini berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Kampus I UIN SU, Jalan Sutomo, Medan, dan mendapat beragam tanggapan dari orang tua wisudawan.
Nuraini, salah satu orang tua wisudawan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan anaknya. Namun juga menyampaikan kekecewaannya, karena tidak dapat menyaksikan prosesi wisuda secara langsung dari dalam gedung.
Baca Juga: FEBI UIN SU Alihkan Perkuliahan Daring, Tuai Tanggapan Mahasiswa
“Pastinya saya senang, karena anak saya telah berhasil lulus. Tetapi saya juga kecewa karena hanya satu orang tua yang diperbolehkan masuk, itu pun hanya bisa menyaksikan melalui layar. Saya berharap ke depannya orang tua bisa masuk ke dalam gedung untuk melihat secara langsung,” ungkapnya.
Di sisi lain, Lolo Rosa, orang tua dari salah satu wisudawan dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegurusan (FITK), turut memberikan masukan terkait pelaksanaan wisuda mendatang. Ia menyarankan agar acara wisuda dibagi ke dalam beberapa sesi, dengan jumlah peserta yang lebih sedikit di setiap sesinya.
“Saran saya, sebaiknya wisuda dibuat dalam beberapa sesi dengan jumlah wisudawan yang lebih sedikit, agar kedua orang tua bisa masuk dan menyaksikan langsung. Ini acara sakral, jadi orang tua pasti ingin ikut merasakan momen tersebut bersama anaknya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lolo juga berharap UIN SU dapat memfasilitasi lulusan yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2 dengan menyediakan beasiswa atau rekomendasi universitas. Ia menyarankan untuk melakukan kerja sama dengan universitas lainnya.
“Harapannya, UIN SU bisa menyiapkan beasiswa S2 bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan, melalui kerja sama antarperguruan tinggi. Dengan begitu, informasi dan akses untuk melanjutkan studi akan lebih terbuka bagi para lulusan,” harapnya.
Baca Juga: Ciptakan Inovasi untuk Tampung Aspirasi, Sema FDK Dirikan Posko Pengaduan
Reporter: Syahda Khairunnisa dan Hadist Sulistiawati
Editor: Muhammad Daffa

