
Medan, Dinamika Online–Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU memberlakukan kebijakan baru terkait pengajuan tugas akhir mahasiswa. Mulai Januari 2025, mahasiswa yang ingin memilih tugas akhir berupa artikel jurnal diwajibkan pernah menerbitkan artikel jurnal sebagai penulis pertama atau corresponding author di jurnal akademik. Hal ini disampaikan langsung Ketua Program Studi (Kaprodi) SI, Rakhmat Kurniawan, M.Kom., pada Kamis, 9 Januari 2024 di Ruangan Kaprodi SI, Kampus IV Tuntungan.
Baca Juga: UIN SU Berikan Bantuan Dana Transportasi Bagi Peserta KKN 2024
Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa yang ingin tugas akhirnya artikel jurnal, harus memenuhi syarat pernah sebagai penulis pertama atau artikel yang disubmit atas nama mahasiswa sebagai corresponding author.
“Tidak wajib terindeks Sinta, yang penting terindeks Google Scholar atau Garuda. Dalam aturan baru ini, mahasiswa yang ingin tugas akhirnya berbentuk artikel jurnal harus pernah menjadi penulis pertama. Jika belum pernah menjadi penulis pertama, opsi kedua nya mahasiswa yang pernah jadi corresponding author (penanggung jawab artikel yang pernah terbit) di perbolehkan mengajukan tugas akhir jurnal,” jelasnya.
Rakhmat juga menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan menyeimbangkan jumlah pengajuan tugas akhir dalam bentuk artikel jurnal dan skripsi. Selain itu, keterbatasan jumlah dosen penguji artikel jurnal menjadi alasan diberlakukannya aturan ini.
“Kebanyakan mahasiswa memilih artikel jurnal, sedangkan jumlah yang mengambil skripsi masih sedikit. Untuk menjadi dosen pembimbing atau penguji artikel jurnal, syaratnya adalah memiliki pangkat fungsional lektor. Sementara itu, beberapa dosen kita yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pangkatnya dikembalikan ke asisten ahli,” lanjutnya.
Ardian, Mahasiswa SI Semester VII yang sedang dalam proses pengajuan tugas akhir menyambut baik aturan baru dari program studinya. Menurutnya, hal ini akan meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi beban dosen yang membimbing dan menguji.
“Kebijakan yang mewajibkan mahasiswa memiliki penelitian dan menjadi penulis pertama sebelum mengajukan judul artikel jurnal tugas akhir adalah langkah yang baik untuk meningkatkan kualitas penelitian dan mendorong kemandirian akademik mahasiswa. Hal ini juga membantu mengurangi beban dosen dalam proses bimbingan dan pengujian,” ujarnya.
Ia juga memberikan kritik pada kebijakan baru tersebut yang menurutnya berpotensi menghambat proses akademik mahasiswa yang ingin memilih tugas akhir berupa artikel jurnal. Ardian juga memberikan beberapa masukan agar aturan baru ini dapat berjalan seimbang dengan kemampuan mahasiswa.
“Namun, ada risiko bagi mahasiswa yang belum terbiasa menulis jurnal dan berpotensi terlambat lulus. Saya berharap prodi SI memberikan dukungan tambahan seperti pelatihan penulisan jurnal, akses ke fasilitas penelitian, dan bimbingan yang memadai. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan kebijakan ini adil dan berdampak positif bagi semua pihak,” harapnya.
Baca Juga: Peringati HAB Ke-79, UIN SU Selenggarakan Kegiatan Donor Darah
Reporter : Farhan Rizky Wahyudi dan Nur Citra Naadirah Br Tarigan
Editor : Fadillah Hanum

