
Medan, Dinamika Online–Wisuda ke-83 UIN SU kembali ditunda akibat reservasi Personal Identification Number (PIN) Ijazah yang bermasalah. Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. menjelaskan permasalahan tersebut pada Rabu, 11 September 2024 di depan Gedung Biro Rektorat, Kampus II UIN SU Pancing.
Baca Juga: Minta Usut Tuntas Pungli di UIN SU, PMII Rayon FSH Lakukan Unjuk Rasa
WR I menerangkan bahwa penundaan wisuda terjadi akibat server aplikasi yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bermasalah, sehingga tidak bisa melakukan reservasi PIN yang seharusnya terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
“Untuk wisuda itu harus reservasi PIN terlebih dahulu dengan aplikasi yang ada di Kemendikbud, ternyata servernya bermasalah. Jadi, kita tidak bisa reservasi, PIN itulah yang menunjukkan ijazah terdaftar atau tidak di PDDikti. Lalu PDDikti mengeluarkan surat bahwasanya memang ada maintenance. Dan permasalahan itu bukan wewenang kita,” terangnya.
Lalu, ia juga menjelaskan bahwa ada perubahan baru dari PDDikti, yaitu setiap yang wisuda harus melampirkan Surat Keterangan Lulus (SKTL).
“Kemudian pada 2 September lalu, keluar informasi dari PDDikti ada perubahan, yaitu setiap yang wisuda itu harus melampirkan SKTL yang dibarengi surat dari rektor tentang pertanggungjawaban. Ketika selesai, itulah yang dikirim ke Kemendikbud, barulah nanti proses reservasi PIN-nya bisa kita lakukan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, WR I juga menambahkan bahwa wisuda diperkirakan dilaksanakan di akhir bulan September, mengingat reservasi PIN membutuhkan waktu dan sedang menghadapi asesmen lapangan.
“Untuk sementara, kita perkirakan tanggal 28 September akan melaksanakan Wisuda ke-83, mengingat persoalan reservasi PIN itu membutuhkan waktu karena baru selesai, kemudian sedang menghadapi asesmen lapangan. Proses saat ini, Biro Akademik mengajukan ke fakultas-fakultas untuk melampirkan SKTL,” tambahnya.
Hany Tasya Luthfiyah salah satu calon wisudawan mengaku kecewa terhadap wisuda yang ditunda kembali. Akibatnya, ia mendapat kendala untuk mendaftar pekerjaan seperti Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
“Jujur, saya dan teman-teman yang lain kecewa, sebagian dari kami juga menyayangkan begitu, bukan sebatas di perayaan wisudanya saja, tetapi juga di berkas ijazah yang kami butuhkan untuk pekerjaan, seperti pendaftaran CPNS dan lainnya. Karena sebenarnya, isu-isu wisuda ini bukan cuma sekali terjadi, sudah sering dan akhirnya selalu ditunda,” ucapnya.
Terakhir, Hany berharap UIN SU segera memberikan jadwal yang jelas terkait wisuda ke-83 untuk para calon wisudawan, agar di penghujung pendidikan bisa berakhir dengan indah.
“Tidak berharap lebih, semoga UIN SU segera memberikan kepastian untuk kami. Karena kami ini terlahir sebagian besar dari angkatan Covid-19, otomatis masa perkenalan kampus yang kami alami berbeda dari angkatan-angkatan sebelumnya. Jadi, hanya berharap di penghujung pendidikan ini bisa berakhir indah saja,” harapnya.
Baca Juga: Lewat Forum Diskusi AKDK XVIII, WR III Beri Dukungan mengenai Studi Banding
Reporter : Rofitrah Fadli Sihombing dan Syahda Khairunnisa
Editor : Fadillah Hanum

