
Medan, Dinamika Online–Mahasiswa/i Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 1 dan 2 Stambuk 2023 mengadakan acara Seminar Nasional yang diadakan di Gedung H.M. Arsjad Thalib Lubis Kampus I UIN SU Sutomo pada Kamis, 19 Juni 2025. Acara ini mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Inklusi: Kesetaraan Akses dan Kualitas untuk Anak Berkebutuhan Khusus”.
Iqbal Fhitriansyah selaku Ketua Panitia Seminar, menjelaskan bahwa acara seminar ini merupakan kolaborasi antara kelas PGMI 1 dan 2 stambuk 2023. Tujuan dari seminar ini yaitu agar para tenaga pendidik khususnya di Prodi PGMI dapat mengetahui mengenai pendidikan inklusi.
Baca Juga: Hadir pada AKDK XIX, WR III: Momen Ini Untuk Evaluasi Sema-U dan Dema-U
“Acara ini adalah kolaborasi antara Kelas PGMI 1 dan 2 Stambuk 2023. Tujuannya agar para tenaga pendidik khususnya di Program Studi PGMI tahu apa itu pendidikan inklusi, dan mampu memahami anak berkebutuhan khusus,” jelasnya.
Iqbal juga berharap semoga tenaga pendidik mampu memahami perbedaan setiap anak didik, dan tahu bagaimana menghadapi anak-anak yang berkebutuhan khusus.
“Semoga pendidik di Indonesia bisa memahami dan mengerti bahwa setiap anak itu berbeda-beda, ada yang berkebutuhan khusus, dan ada yang tidak. Kemampuan untuk memahami murid inilah yang harus dipahami oleh setiap guru,” harapnya.
Sementara itu, Khairani Alfatha, Mahasiswi Prodi PGMI Semester VI, menyambut baik seminar ini sebagai langkah awal memahami pendidikan inklusi. Ia mengungkapkan bahwa seminar ini membuka wawasan baru, mengingat mata kuliah tersebut belum diterapkan di angkatannya.
“Seminar ini sangat luar biasa, karena pendidikan inklusi itu sendiri merupakan hal baru untuk kita saat ini. Ini menjadi atau wawasan baru untuk kami semester VI, dan menjadi pondasi bagi kami untuk lebih memahami pendidikan inklusi,” ungkapnya.
Terakhir, Khairani berharap seminar serupa dapat kembali diadakan. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting agar calon pendidik lebih peka terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Hal ini juga sejalan dengan pesan pemateri bahwa setiap anak berhak atas pendidikan yang setara.
“Semoga akan diadakan lagi seminar-seminar serupa agar kita sebagai calon tenaga pendidik bisa lebih peka terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Karena seperti yang telah disampaikan pemateri tadi, bahwa setiap anak itu memiliki kesempatan pendidikan yang sama,” harapnya.
Baca Juga: Dema-U UIN SU Paparkan Capaian Program Kerja pada AKDK XIX
Reporter: Safna Dawita dan Hani Octarina
Editor:M. Haikal Nainggolan

