Wujudkan Smart Islamic University, FEBI UIN SU Gelar PBAK 2025

- Advertisement - Pfrasa_F
(Kamerawan: Fathurrahman)

Medan, Dinamika Online–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SU menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 bertema “Sinergi Ilmu dan Kreativitas Mewujudkan Kampus Ramah Inovasi, Prestasi, Karakter Islami, dan Bersaing Tinggi Menuju Smart Islamic University”. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 7 September 2025, di Kampus IV UIN SU Tuntungan.

Ketua Senat Mahasiswa (Sema) FEBI, Dimas Rafli Muharsyah, menuturkan PBAK kali ini dirancang sederhana namun tetap memiliki esensi, dimulai dengan sambutan dekanat hingga pengenalan organisasi mahasiswa (ormawa) ekstra.

Baca Juga: Klarifikasi Dema FEBI Terkait Isu Pungli PBAK Soal Paket Kenangan

“Konsep PBAK FEBI dimulai dengan sambutan dekanat, dilanjutkan pengenalan ormawa ekstra. Setelah itu, Mahasiswa Baru (Maba) kembali ke jurusan masing-masing untuk berkenalan lebih dekat dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), serta mengikuti games kebersamaan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dimas berharap pelaksanaan PBAK tidak hanya menjadi ajang pengenalan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa baru. Ia menekankan pentingnya nilai saling menghargai dan mendorong mahasiswa agar mampu mengimplementasikan ilmu ke berbagai aspek kehidupan.

“Harapannya, mahasiswa dapat lebih belajar untuk menghargai satu sama lain. Bukan sekadar pengenalan budaya, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam berbagai aspek kehidupan,” harapnya.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FEBI, Alfi Manik, mengungkapkan tema PBAK sejalan dengan visi UIN SU menuju Smart Islamic University. Menurutnya, setiap fakultas memiliki implementasi berbeda, tetapi sinergi ilmu dan kreativitas menjadi kunci bersama.

“Tema ini diangkat dari slogan yang selalu digaungkan UIN SU, yakni Smart Islamic University. Implementasinya mungkin berbeda di tiap fakultas, tetapi intinya menyatukan ilmu dan kreativitas untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Alfi menegaskan PBAK harus memberi pengalaman lebih dari sekadar seremonial, serta membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan sistem dan budaya akademik.

“Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya sebatas ikut PBAK. Dengan tema ini, fakultas ingin mereka merasa nyaman, aman, dan berkembang. Lewat pengenalan budaya, sistem akademik, perkuliahan, hingga organisasi, mahasiswa dapat beradaptasi dan tidak menjadi apatis,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah, Abdillah Shaleh Sihotang, mengaku antusias mengikuti kegiatan. Ia menyebut meski hanya berlangsung dua hari, PBAK tetap berlangsung meriah.

“Kegiatannya menyenangkan. Walaupun tahun ini hanya dua hari, seluruh rangkaian tetap terlaksana, mulai dari pengenalan organisasi UIN SU dan FEBI hingga adu yel-yel. Harapan saya, ke depannya panitia dapat memberikan waktu khusus untuk salat, termasuk pengarahan salat Asar oleh kakak asuh,” tuturnya.

Baca Juga: Wisuda ke-86 UIN SU diwarnai Haru dan Rasa Bangga Orang Tua

Reporter: Nanggul Kumala Sauri dan Nathasyah Putri Maharanni

Editor: Ummy Syafitri

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles