Kenali Diri, HeloBagas Bawakan Materi How to Know Yourself

- Advertisement - Pfrasa_F
(Kamerawan: Rafi Salim Parinduri)

Medan, Dinamika Online–Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika UIN SU menggelar Seminar Nasional sebagai rangkaian penutup Pelatihan Nasional Pers Mahasiswa (Pena Persma) pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Gelanggang Mahasiswa, Kampus I UIN SU Sutomo.

Seminar nasional kali ini membahas pentingnya mengenali diri sendiri sebelum menghasilkan karya tulis. Kegiatan ini menghadirkan penulis, kreator konten, dan podcaster, Bagas Ali Prasetyo, yang dikenal sebagai HeloBagas, sebagai pemateri.

Baca Juga: LPM Dinamika Gelar Seminar Kepenulisan Nasional Pena Persma 2026

Dalam materinya, Bagas menuturkan bahwa mengenali potensi dan kelemahan diri merupakan modal utama dalam menghadapi dinamika kehidupan yang penuh pasang surut.

“Kenalan sama diri sendiri itu jadi core paling penting sebelum kita ingin melangkah. Karena kita tidak mungkin terbang tanpa kita tahu pesawatnya itu apa. Setidaknya, sesederhana caranya adalah dengan tahu apa yang kita suka, apa yang membuat kita senang, apa yang bikin kita sedih, serta apa kelemahan dan kelebihan kita,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bagas mengungkapkan bahwa proses melangkah dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti bersikap baik kepada diri sendiri, bersikap jujur, serta memahami batas kemampuan diri dalam memproses emosi.

“Melangkah bisa dimulai dari hal kecil, sesederhana kita baik dulu sama diri sendiri, mempersilakan diri kita untuk sedih, dan memproses perasaan kita. Kalau diibaratkan mobil, kalau bermasalah, lampu hazard-nya nyala, kan? Jadi kita berpikir, ‘Oh, mungkin lagi capek, jadi lampu hazard kita buat pelan-pelan, buat lebih baik pada diri,’’ ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta seminar, Rahmi Hidayah, mengatakan pentingnya literasi dan seni menulis sebagai sarana menyalurkan emosi secara positif, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, menulis merupakan alternatif yang sehat untuk mengungkapkan perasaan di tengah maraknya dampak negatif media sosial.

“Banyak sekarang orang sulit untuk meluapkan perasaannya. Kita bisa meluapkan perasaan dengan cara menulis, itu lebih positif daripada kita melakukan hal-hal yang tidak benar. Sesuatu hal yang keluar dari dalam hati yang tulus dan jujur akan lebih mudah dicurahkan daripada yang dibuat-buat,” ujarnya.

Rahmi berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih luas di berbagai daerah untuk menyediakan ruang bagi masyarakat dalam mengungkapkan perasaan. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi orang-orang yang mengalami kesulitan berkomunikasi, termasuk dalam lingkungan keluarga.

“Harapannya, kegiatan yang seperti ini bisa lebih besar lagi, karena banyak orang yang sekarang sulit untuk meluapkan perasaannya. Menulis itu lebih positif daripada kita melakukan hal-hal yang tidak benar. Banyak anak dan orang tua enggak bisa saling cerita, jadi dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadi wadah untuk bercerita,” harapnya.

Baca Juga: Terdampak Kabut Asap, UIN SU Adakan Perkuliahan Daring

Reporter: Ma’wadya Ramadhani Harahap dan Nazhifa Ramadhani

Editor: Naqiyya Alayya Arham Rambe

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles