
Medan, Dinamika Online–Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dengan mengusung tema “Vision & Verification: Mengungkap Fakta dalam Jurnalisme Visual” pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Aula Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU.
Cristison Sondang Pane, Kontributor Kompas.com sekaligus pemateri pertama, mengawali penjelasan dengan mendefinisikan jurnalis. Menurutnya, jurnalis adalah pekerjaan yang berkaitan dengan intelektualitas, di mana kejujuran intelektual adalah prinsip dari jurnalisme.
Baca Juga: Seraya Organizer Gelar Pemeriksaan Kesehatan untuk Lansia
“Kerja jurnalis itu adalah kerja yang berkaitan dengan intelektualitas, tidak mudah, karena dalam mencari informasi kita sering mendapatkan kesulitan. Salah satu contoh yang sering kita dapatkan adalah pada saat kita ingin memverifikasi atau mengonfirmasi sebuah kasus, kita bahkan sering mendapat ancaman,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan jurnalis dalam memverifikasi informasi di lapangan agar meminimalisir atau terhindar dari proses ancaman, yaitu dengan menerapkan konsep kejujuran intelektual dan ketelitian dalam melihat.
“Walaupun liputan itu membahayakan, kita harus berusaha untuk memverifikasi kebenarannya. Nilai yang dapat kita terapkan seperti kejujuran intelektual dengan melibatkan pencarian kebenaran secara aktif melalui penelitian yang ketat, mempertanyakan asumsi, terbuka terhadap berbagai perspektif, dan bersikap adil dalam pelaporan,” tambahnya. .
Di sisi lain, Aura Zuhairiyah Visar, anggota magang LPM Teropong sekaligus salah satu peserta PJTD, turut memberikan tanggapan positif terkait penyampaian materi selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai dunia jurnalistik, khususnya dalam organisasi pers mahasiswa.
“Penyampaian materinya bagus, apalagi dalam kejurnalistikan, terkhususnya di organisasi perkuliahan. Kita bisa tahu bagaimana jurnalistik di dalam organisasi maupun di luar, sehingga kita sudah mendapatkan gambaran pada saat kita akan terjun ke lapangan. Kesannya sangat baik dan memuaskan, juga pastinya menambah ilmu saya,” ucapnya.
Ia juga menilai kegiatan tersebut penting untuk terus dilaksanakan karena mampu menambah wawasan peserta mengenai jurnalistik dan kode etik yang harus dipahami sebelum terjun langsung ke lapangan.
“Kegiatan ini wajib sekali dilanjutkan kepada adik-adik tingkat saya yang bakalan meneruskan ini pastinya, supaya tahu gambaran ke depannya tentang jurnalistik dan kode etiknya,” tuturnya.
Baca Juga: Bangun Karakter Jurnalis, LPM Teropong Gelar PJTD 2026
Reporter: Sella Mita dan Fatma Nurul Dzihni
Editor: Tengku Wafa’ Alifah

