Melalui Program Reflektor Jalan, Mahasiswa KKN UIN SU Optimalkan Potensi Bambu

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Panitia)

Berastagi, Dinamika Online–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN SU Desa Gongsol membuat inovasi berupa reflektor penunjuk jalan yang dipasang di beberapa titik dengan cara ditanam di tanah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo.

Penanggung jawab Program Reflektor Penunjuk Jalan, Abdul Razak Syafiq, menjelaskan kegiatan yang diusung ini merupakan program kerja wajib kampus, yakni ekoteologi, dengan memberdayakan bambu yang tumbuh liar di sekitar Desa Gongsol. Sebelumnya, riset menjadi hal penentu untuk menentukan bambu yang sudah didapat akan diubah menjadi barang bermanfaat seperti apa.

Baca Juga: 23 Program Kerja Terlaksana, KKN UIN SU 2026 di Bah Butong II Resmi Usai

“Sebelumnya kami melakukan riset terkait hal yang perlu diperhatikan di Desa Gongsol. Lalu, kami mendapat keluhan dari masyarakat bahwa ada beberapa titik jalan di Gongsol yang minim penerangan lampu jalan. Kemudian memutuskan untuk membuat program kerja berupa reflektor jalan dari bahan yang tumbuh liar di Gongsol,” jelasnya.

Lebih lanjut, Razak juga menjelaskan kelompoknya memutuskan untuk menggunakan bambu karena Desa Gongsol memiliki material alam berupa bambu yang mudah didapat dan dapat meminimalkan pengeluaran. Sebagai penanggung jawab program kerja ini, Razak juga berharap pembuatan reflektor penunjuk jalan ini mampu menurunkan angka kecelakaan di malam hari.

“Dari keluhan yang kami dapat, masyarakat juga mengatakan bahwa risiko kecelakaan di daerah yang minim pencahayaan itu sangat tinggi. Semoga dengan adanya reflektor jalan ini, angka kecelakaan di malam hari menurun, aksesibilitas meningkat, sektor perekonomian desa berkembang, khususnya saat malam hari, serta mempermudah navigasi pengendara,” harapnya.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Desa Gongsol, Bintama Zeno Surbakti, mengungkapkan program reflektor penunjuk jalan yang telah dibuat menjadi satu hal yang cukup menarik, mengingat beberapa titik di Desa Gongsol masih minim pencahayaan.

“Reflektor jalan ini disambut positif oleh masyarakat setempat, sebab selama ini, pencahayaan dan lampu jalan di Desa Gongsol sangat minim, sehingga risiko kecelakaan pun tinggi. Dengan adanya reflektor jalan, pengguna jalan bisa lebih waspada. Terlebih lagi, pembuatannya memanfaatkan bahan yang ada di desa,” ungkapnya.

Di samping itu, Bintama berharap setiap program yang telah dibuat dan tercipta dari pikiran kreatif mahasiswa akan bertahan lama dan pastinya bermanfaat bagi keberlangsungan hidup masyarakat di desa pengabdian. Dari hal tersebut, dampak positif yang dirasakan masyarakat juga berlangsung lama, meskipun masa pengabdian mahasiswa KKN telah usai.

“Untuk mahasiswa yang akan ber-KKN di Desa Gongsol, kami selaku perangkat desa berharap adanya program kerja kreatif lainnya yang bisa direalisasikan, sehingga bisa menambah wawasan baru bagi masyarakat desa dan dampak positifnya pun masih terasa, meski mahasiswa KKN sudah selesai mengabdi,” ucapnya.

Baca Juga: Stan Bazar Meriahkan PBAK UIN SU, Tawarkan Beragam Produk

Reporter: Fadillah Hanum dan Damia Hadifa

Editor: Naqiyya Alayya Arham Rambe

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles