
Medan, Dinamika Online–Onodera User Run Indonesia sukses menyelenggarakan acara Grand Opening Ceremony LKP Onodera User Run Indonesia Kantor Cabang Medan guna membuka pusat pelatihan untuk bekerja di Jepang. Acara ini berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, di Ign. Washington Purba Hall, Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Medan, tepatnya di Jalan Kapten Muslim No. 79, Medan Helvetia.
Wakil Presiden Onodera, Tsugeno Takashi, dalam sambutannya merasa bahagia dan terhormat dapat menyambut acara pembukaan sekolah edukatif ini di Medan. Lebih lanjut, ia merasa sangat bangga karena mendapat amanah besar untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan di Kota Medan.
Baca Juga: Sukses Gelar Career Center 2.0, YRI Sumut Tingkatkan Kesiapan Karier Pemuda
“Merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan yang luar biasa bagi saya melalui pihak penyelenggara dapat menyambut acara pembukaan sekolah edukatif kami di Medan. Lalu, juga merupakan suatu kebanggaan sekaligus amanah yang besar bagi kami dalam berkontribusi dalam bidang pendidikan di kota ini,” ujarnya.
Ketua Yayasan Universitas Sari Mutiara (USM) Medan, Parlindungan Purba, sangat mendukung adanya kegiatan ini dan juga berterima kasih kepada pemerintah Jepang karena dengan adanya pelatihan ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan di Jepang.
“Saya sebagai Ketua Yayasan merasa bangga dan mengimbau kepada para peserta bahwa ini bukan magang, ini adalah bekerja. Kurang lebih 100 ribu tenaga kerja yang berhasil, maka kami dari pihak Sari Mutiara sangat mendukunglah dalam kegiatan ini. Selain itu, kita juga berterima kasih kepada pemerintah Jepang yang sudah menyediakan lapangan pekerjaan,” ucapnya.
Tamu terhormat, yaitu Konsulat Jenderal Jepang, Suzuki Yoshi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa angka kelahiran di Jepang turut mengalami penurunan dan berpengaruh juga terhadap penurunan tenaga kerja sehingga sangat membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Saat ini di Jepang sedang mengalami penurunan angka kelahiran, sehingga kami sangat membutuhkan tenaga kerja yang sangat tinggi untuk merawat lansia. Jika dirasiokan, saat ini sekitar 30 persen isinya lansia. Jepang saat ini telah memasuki proses pembuatan, maka dibutuhkan tenaga asing, guna membahagiakan kehidupan lansia,” jelasnya.
Baca Juga: Youth Ranger Indonesia Sumut Gelar Career Center 2.0 untuk Gen Z
Reporter: Damia Hadifa dan Rafi Salim Parinduri
Editor: Ummy Syafitri

