Addin 396: Saatnya Menjadi Muslimah Berperan Bukan Baperan

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Dina Febriyanti)

Oleh: Aliffia Maghfira

Wanita adalah makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa ta’ala yang sangat dimuliakan. Allah Subhanahu wa ta’ala juga begitu menjaga harkat dan martabat seorang wanita yang saleh. Sebagaimana telah disebutkan dari Abdullah bin ‘Amr, bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalilah”. (HR. Muslim).  

Menjadi wanita yang saleh merupakan impian setiap wanita agar dapat kemuliaan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Di mana wanita memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Sebab, Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan wanita beserta dengan keindahannya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Keindahan tersebut tidak hanya dilihat dari segi fisik akan tetapi juga dilihat dari hati dan pemikiran. 

Tentunya wanita yang berinovasi dan terus mengembangkan sekaligus memperbaiki diri dalam era globlisasi yang berkembang semakin pesat saat ini dan memiliki keyakinan tersendiri. Namun, dalam kehidupan tentunya mengemukakan sebuah pendapat sendiri bukanlah hal yang dilarang baik dalam agama maupun negara. Akan tetapi, pandailah dalam berpendapat sebab di era milenial saat ini hal yang benar dianggap sebagai sebuah kesalahan begitu juga sebaliknya yang mana pengungkapan yang buruk malah terkesan sebuah kebenaran.  

Saat ini, dunia tidak pernah kekurangan wanita yang cantik dan anggun, dunia hanya kekurangan wanita cerdas, baik, berakhlak, dan beradab. Sebab dapat kita lihat sekarang ini banyak tersebar di berbagai sosial media, tidak sedikit wanita yang mempertontonkan bentuk tubuhnya dengan goyangan yang khas bahkan memperlihatkan yang tidak pantas untuk diperlihatkan. 

Menjadi seorang Muslimah tidaklah mudah. Ketika sederet wanita bebas dan bangga mengumbar auratnya, justru Muslimah tampil memesona dengan balutan gamis dan jilbab panjang yang menutupi auratnya. Sebab, Muslimah sejati adalah mereka yang mampu menjaga kehormatannya, melaksanakan segala perintah Allah Subhanahu wa ta’ala dan menjauhi semua larangan-Nya, serta mempunyai pikiran, hati, dan akhlak yang baik. 

Muslimah yang sejati juga pintar dalam bergaul, di mana dengan pergaulan itu, ilmunya dalam pengetahuan Islam juga akan terus bertambah. Dahulu perlakuan para Kafir Quraisy terhadap wanita sangatlah keji, karena tidak mengizinkan wanita untuk hidup. Oleh sebab itu, pada zaman Jahiliyah, setiap orang tua yang melahirkan bayi perempuan akan dibunuh anaknya hidup-hidup. Sebagaimana terdapat dalam Surah An Nahl: 58 “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya dan dia sangat marah”. 

Budaya rasa malu sebagian wanita sudah mulai punah akibat mudah terpengaruhnya oleh budaya luar sekaligus berlebihan dalam menanggapi media sosial yang ada. Sehingga jika muncul beberapa tren, baik itu dari segi busana maupun joget ala-ala kebaratan mengikuti hal tersebut. Bagi Muslimah menjaga kehormatan dan meningkatkan diri yang lebih baik adalah prioritas bukan berpola hidup yang bebas sehingga melupakan jati diri. Perlu dipahami bahwa kejayaan Islam di zaman Rasulullah tidak terlepas dari peran seorang wanita, termasuk istri-istri Rasulullah di antaranya adalah Sayyidah Aisyah. 

Satu hal yang tidak pernah berubah dalam diri perempuan, yaitu berperan dalam mengubah dunia dan cerdas dalam berpikir. Kualitaskan cara berpikir terhadap apa pun itu. Jangan lengah dengan rayuan maut lelaki yang belum tentu menginginkanmu sebagai prioritasnya. 

Sering kali kaum wanita dianggap lemah sebab sangat mudah sekali baperan dan menangis, wanita juga lebih mendahulukan perasaan dari pada logika atau pikiran, sangat mudah kecewa dan emosi. Namun jangan salah berpikir, memang Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan laki-laki lebih kuat dari pada wanita. Akan tetapi, jangan karena wanita sering menangis laki-laki bisa dengan mudahnya menilai wanita. 

Wanita itu perasa dan memiliki jiwa yang lemah lembut, baik dan penyayang. Oleh karena itu, wanita dituntut untuk berperan bukan baperan, percaya diri bukan gengsi, berpotensi hanya mempercantik diri di depan laki-laki, pandai kritis bukan menangis. Baperan itu hanyalah miliki orang yang lemah saja dan kurang percaya diri akan dipermainkan oleh rasa yang berujung kekecewaan. 

Dalam mewujudkan kesetaraan sebagai Muslimah, perlu dibangun kecerdasan inovatif untuk melakukan perubahan dari ekslusif menjadi inklusif, dari in-equal menjadi equal, dari konservatif menjadi progresif, dari kebencian menjadi kecintaan, dari individualistis menjadi gotong royong dan dari radikalisme menjadi moderat. 

Dunia yang Islami adalah dunia yang diaktifkan oleh sebuah keadilan tanpa adanya deskriminasi dan ekslusifisme. Pertanyaannya adalah, bagaimana peran Muslimah dalam membantu menempuh dunia sehingga terjadi keadilan. Langkah yang dapat ditempuh adalah dengan merayakan dan mengapresiasi setiap prestasi. Kedua, meningkatkan kesadaran bahwa selama ini terjadi bias Muslimah.

Muslimah merupakan identitas mulia yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala kepada kaum hawa yang beriman. Selain itu, wanita juga merupakan ujung tombak yang nantinya akan melahirkan generasi-generasi emas di masa depan. Di mana dari kaum hawa pula lahirlah generasi yang cerdas dan berkarakter. Akan tetapi, untuk menjadi Muslimah yang baik di era milenial tidaklah mudah, tantangan dan ujian yang dihadapi juga semakin berat seiring dengan perkembangan zaman. 

 Terlebih lagi saat kecanggihan teknologi yang semakin meningkat, seorang Muslimah dituntut untuk tegas terhadap dirinya dan lingkungan dan pergaulannya. Tidak sedikit citra buruk yang menggambarkan pergaulan bebas di zaman milenial. Apa yang menjadi pokok permasalahan yang harus kita lakukan sebagai seorang Muslimah adalah memperkuat keimanan sekaligus mempelajari, mengkaji, dan mengamalkan ilmu sesuai dengan syariat Allah Subhanahu wa ta’ala. 

Selain itu, Muslimah harus mempunyai komitmen yang kuat agar tidak menyimpang dari ajaran-ajaran Islam. Begitu banyak tantangan Muslimah seiring dengan perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi masa kini, khusunya lingkungan, gaya hidup, dan media sosial. 

Di era milenial, Muslimah harus cerdas dalam menata kehidupan agar selamat di dunia dan akhirat. Tidak hanya itu, mereka harus memiliki dasar ilmu agama yang kuat agar terhidar dari ajaran yang menyimpang. Muslimah yang tangguh adalah mereka yang cerdas dan selalu bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku, menjaga adab, rajin beribadah, melakukan hal-hal yang positif, dan meninggalkan yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. 

Tantangan terberat bagi Muslimah adalah sebuah pemanfaatan media sosial. Dalam mengunggah sesuatu, seperti tulisan atau foto di media sosial juga menggambarkan akhlak dan kepribadian seorang Muslimah. Muslimah harus memiliki bekal yang cukup. Pertama, Muslimah harus memiliki keimanan yang tangguh. Kedua, Muslimah harus memiliki pengetahuan yang holistic. Ketiga, Muslimah harus mampu memfilter dan mengelola informasi dengan baik.

  • Biodata Penulis: 
  • Nama                  : Aliffia Maghfira
  • Jurusan              : Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Fakultas             : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
  • Semester           : VIII (Delapan) 
  • Instagram         : @aliffia_ma
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles