Addin 442: Larangan Berpacaran

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Hary’s Hidayat Abdillah)

Penulis: Nurhasanah

Pembahasan tentang larangan berpacaran ini salah satu yang paling sering dibahas di kalangan siapa pun. Secara sudut pandang, di zaman sekarang pacaran ini tidak bisa dinormalisasikan lagi, bahkan bisa dijadikan suatu yang harus dilakukan oleh remaja.

Agama Islam sudah melarang keras umatnya mendekati zina (pacaran), sebagaimana yang sudah tercantum didalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 32, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” Nabi Muhammad saw. juga menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan tidak boleh berduaan.

Pandangan Islam mengenai pacaran bukanlah suatu tradisi tetapi suatu hal yang tidah boleh dilakukan siapa pun, tetapi apabila kita melihat dengan pola pikir anak remaja sekarang, pacaran adalah hal yang layak dilakukan. Di mana banyak remaja di berbagai kalangan tidak malu menampilkan kegiatan sesama lawan jenis atau yang bukan mahramnya sendiri. Kurangnya pengajaran dari lingkungan keluarga tentang larangan berpacaran memuat para remaja menjadikan itu hal yang layak dilakukan.

Dilihat dari globalisasi larangan berpacaran ini dapat memengaruhi cara individu menjalin hubungan antara lawan jenis yang bisa memberi dampak signifikan terhadap kehidupan sosial. Berpacaran dapat memengaruhi emosional antar kedua belah pihak, pacaran bukan tentang keharmonisan atau menjalin hubungan yang normal saja, pacaran dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Larangan berpacaran ini adalah benar-benar harus diterapkan mulai dari lingkungan keluarga.

Secara ilmiah juga sangatlah tidak dianjurkan. Karena, di dalam tubuh kita terdapat hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya tegangan dalam tubuh manusia. Hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh, tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkatnya hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan meningkatnya nafsu seksual. Apabila sudah berduaan di suatu tempat yang tidak layak, maka akan timbul hasrat. Maka, dari itu kedua belah pihak akan terjerumus ke dalam kemaksiatan.

Dari tiga unsur di atas maka sangat jelas di dalam dari segi manapun berpacaran itu tidak ada gunanya dan tidak ada manfaatnya, dari cara pandang manapun pacaran itu hanya membuang waktu.

Perlu diingat, hubungan haram tetaplah haram, meskipun engkau mengiringnya ke majelis dan meskipun mendorongmu untuk salat Tahajud sampai kau nangis tetaplah haram, meskipun memberikanmu semangat untuk menghafal Al-Qur’an setiap hari maka tetaplah haram.

Lalu di mana letak manfaatnya?

Kesadaran tentang larangan berpacaran ini sangatlah sulit untuk diterapkan kepada remaja sekarang ini, karena dikalangan saat ini orang-orang berpandangan ke budaya Barat. karena pacaran ini adalah budaya orang Barat. Tidak dapat dimungkiri, semua itu sudah diperlihatkan di zaman sekarang ini. Dari minimnya pengetahuan agama tentang pacaran akan berujung zina.

Secara logika dan harfiahnya Islam, sesuatu yang dicantumkan di dalam Al-Qur’an itu tidak bisa dibantah, akan tetapi apa yang sudah ada di dalam Al-Qur’an itu belum jelas penjelasannya, maka dari situlah kita butuh kepada hadis.

Maka dari itu hadis tentang larangan berpacaran itu adalah “Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh mahramnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh mahramnya” (HR. Muslim). Hadis tersebut menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dilarang Islam untuk berduaan.

Sesama muslim maka saling mengingatkanlah, apabila kita sudah tau ilmu maka aplikasikanlah. Pandangan terhadap larangan berpacaran ini di era sekarang bukanlah suatu yang ditutup-tutupi, tidak jarang dilihat di mana-mana pasti ada yang berpacaran, mulai dari anak kecil maupun yang sudah tua.

Larangan berpacaran ini suatu hal yang harus dicegah di masa sekarang, kalau tidak mulai sekarang lantas kapan lagi? Mari kita lakukan mulai dari diri sendiri, lalu menasihati orang-orang yang di sekitar kita. mengurangi pergaulan sesama lawan jenis di era sekarang itu sangatlah susah, dikarenakan kebiasaan main handphone sejak dini. Peran orang tua di larangan berpacaran ini sangatlah penting, karena peran orang tua lah yang sangat di butuhkan seorang anak.

Sebagai anak kita harus mempelajari dan harus mengetahui efek samping dari berpacaran, khususnya pada perempuan. Kita sebagai perempuan harus bisa menjaga kehormatan kita sebelum menikah, karena itu adalah suatu kehormatan yang kita harus beri ke pasangan halal kita, bukan kepada yang bukan mahram kita. Sudah kewajiban kita sebagai perempuan untuk menjaga kehormatan kita, karena kita sebagai perempuan mudah terpengaruh atau termakan omongan para lelaki.

Secara sudut pandang saya sebagai perempuan, apabila kita sudah memberi kehormatan kita kepada yang bukan mahram, itu adalah suatu kejahatan yang sudah fatal. karena kita sebagai perempuan akan ada bekas yang tertinggal, apabila kita sudah memberikan kesucian kita kepada yang bukan mahram kita.

Maka kita sebagai perempuan juga harus pandai-pandai menjaga kesucian kita dan secara logika apabila kita sudah memberi kesucian kita terhadap yang bukan mahram, kita sama saja dengan barang yang dipinggirkan orang di pasar (tidak ada harganya) dan terlalu murah. Maka dari itu mari kita sama-sama menghindari pacaran. Karena pacaran akan membuat kita lalai dari hal apapun.

  • Nama         : Nurhasanah
  • Jurusan     : Aqidah dan Filsafat Islam
  • Semester  : II
  • No. Hp       : 082289950857
  • Instagram : Aljalil-Hasanah

Editor : Muhammad Daffa

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles