Addin Edisi 241: Rasa Sakit Adalah Penghapus Dosa

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi : Afifah Lania

Oleh : Nurhayati

“Tiada seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kekhawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan mengahapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Rasa sakit terkadang didefenisikan sebagai suatu musibah di pikiran kita kadang kala, membuat kita kesulitan melakukan suatu pekerjaan yang sudah biasa kita lakukan. Banyak sekali di antara kita atau bahkan bisa dibilang diri kita sendiri yang merasakan kesulitan untuk melakukan suatu pekerjaan atau aktivitas yang biasa kita lakukan sebelum sakit. Bila kita lihat ke dalam Kamus Besar Bahasa Idonesia rasa sakit itu didefenisikan sebagai rasa yang tidak nyaman di tubuh atau bahkan di bagian tubuh tertentu karena menderita suatu penyakit.

Sakit, jika kita berpikir dengan logika adakah orang yang ingin merasakan sakit? Tidak akan ada satu makhluk pun yang ingin merasakan sakit, jika dilakukan tes pemilihan antara sakit dan sehat sudah jelas sekali jawabannya adalah 100% semua tidak ingin sakit. Namun, Sang Zat yang Maha Kuasa berkehendak lain terkadang rasa sakit yang kita miliki bisa jadi itu bentuk kasih sayang Allah kepada kita, agar kita sebagai umatnya tidak menjadi sombong dan lupa kepada Sang Pencipta, diberikannya kita rasa sakit agar kita menjadi makhluk ciptaannya yang ingat kembali kepadanya dan tidak terlena akan nikmat dunia seperti dijelaskannnya dalam sebuah hadis.

“Tiada seorang mukmin yang ditimpa oleh lelah atau penyakit atau risau pikiran atau sedih hati, sampai pun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan dijadikan penebus dosanya oleh Allah SWT” (HR. Bukhari-Muslim).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa, begitu sayangnya Allah yang Maha Kuasa kepada kita makhluk-makhluk ciptaannya, ketika kita sakit Allah tarik tiga perkara dari kita yaitu, Allah tarik keceriaan kita, Allah tarik selera makan kita, dan Allah tarik dosa kita.

Namun, di kala kita sembuh dari rasa sakit hanya dua perkara yang Ia kembalikan kepada kita yaitu, dikembalikannya keceriaan dan selera makan kita, tapi dosa-dosa kita tidak dikembalikan. Begitu sayangnya Allah kepada umatnya terlebih kepada kita umat muslim. Ketika kita diberikan cobaan sakit bukanlah Allah tak sayang kepada kita tapi, ingatlah bentuk kasih sayang Allah kepada umatnya tidaklah dilihat dari kebahagiaan yang kita dapat saja namun penderitaan yang kita rasakan pun bisa jadi ada hikmah terbesar yang akan kita dapat di balik rasa sakit yang kita rasakan yang bisa jadi itu hanya sementara, agar kita tidak lupa kepada Sang Pencipta.

Ketika kita sedang ditimpa rasa sakit, ada empat malaikat yang ditugasi Allah untuk menjaga kita. Allah SWT memerintahkan kepada malaikat pertama, untuk mengambil kekuatan kepada makhluknya yang sakit sehingga menjadi lemah. Allah memerintahkan malaikat kedua, untuk mengambil rasa selera makan dari mulutnya. Allah memerintahkan malaikat ketiga, untuk mengambil cahaya dari wajahnya sehingga menjadi pucatlah wajahnya ketika ia sakit. Dan terakhir Allah memerintahkan malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya, ketika seorang hamba-Nya telah sembuh dari sakit, Allah memerintahkan ketiga malaikat untuk mengembalikan tiga perkara kepada hamba-Nya yaitu kekuatan, rasa selera makan, dan cahaya terang pada wajahnya. Namun, begitu besar kuasa Allah yang tidak memerintahkan malaikat terakhir yaitu malaikat keempat untuk tidak mengembalikan dosanya kembali kepada hambanya.

Allah berfirman, tidaklah baik bagi kemuliaan-ku jika aku mengembalikan dosa-dosanya setelah aku menyulitkan keadaan dirinya karena sakit. Begitu indahnya nikmat yang telah Allah berikan kepada kita biarpun terkadang kenikmatan itu datangnya dari rasa sakit yang terkadang kita anggap sebagai suatu derita.

Dijelaskan pula dalam hadis, sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang maka, Allah akan berikan cobaan kepadanya, barang siapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barang siapa yang murka (tidak menerimanya) maka Allah murka kepadanya. (HR. At-Tirmidzi No. 2396 dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani dalam sahih Sunan At-Tirmidzi).

Allah ciptakan siang dan malam agar kita dapat memanfaatkan dan merasakan setiap nikmat yang telah Ia berikan kepada kita, siang untuk kita lakukan bekerja dan malam kita gunakan untuk beristirahat. Allah jelaskan dalam Q.S. An-Naba: 9, Dan kami jadikan tidurmu untuk beristirahat.

Aktivitas yang kita jalani setiap harinya akan memberikan efek kepada tubuh kita, tergantung dari cara kita melakukan suatu kegiatan tersebut. Banyak pekerjaan yang kita lakukan terkadang membuat kita menjadi mengeluh untuk setiap lelahnya yang kita rasakan dan bisa jadi kita menganggapnya sebagai cobaan hidup kita namun, jika kita perhatikan Q.S. Al-Baqarah: 286, Aku tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupannya. Bila kita bekerja sesuai dengan porsinya bukan dengan cara yang berlebihan dalam melakukan suatu pekerjaan teresebut, sehingga menyiksa diri kita. Bisa jadi itu mengundang sakit pada diri kita sendiri.

Allah sangat suka jika hamba-Nya meminta banyak hal kepada-Nya maka, mengeluh dan mintalah kepada-Nya. Allah jelas berfirman dalam Q.S. Al-Ghafir: 60, berdoalah (mintalah) kepadaku, niscaya Aku kabulkan. Allah Maha Mengetahui sedangkan kita tidak. Ketika ada salah satu anggota keluaga yang sakit, terkadang rasa sedih datang menghampiri kita walaupun bukanlah kita yang sedang merasakan rasa sakit itu. Kesedihan yang dirasa dapat kita rasakan hanya dari raut wajah orang yang kita lihat ketika ia merasakan rasa sakit itu.

Kesedihan memang akan selalu datang untuk menghampiri kita. Namun, janganlah kita berputus asa, dalam berusaha setiap cobaan pasti ada jalan keluar yang akan kita temui dari kesedihan, kegelisahan, atau kegalauan kita karena suatu hal. Maka, ingatlah Q.S. Ar-Ra’d: 28, hanya dengan mengingatku, hati akan menjadi tenang. Alangkah indahnya bila kita meminta kepada Sang Pemilik alam semesta ini bila kita percaya kuasa-Nya.

Ketika kehendak Allah telah berbicara lain dan orang yang kita cintai telah pergi meninggalkan kita karena telah menderita sakit yang cukup sangat menyiksanya. Terkadang rasa kesedihan itu tiba-tiba muncul begitu kita tahu orang yang kita cintai telah pergi meninggalkan dunia ini namun, tetaplah berkhusnuzon terhadap ketetapan Allah karena, hanya sampai di sana sajalah perjanjian ia dengan Sang Pencipta untuk menikmati dunia yang fana ini. Hanya dengan begitulah orang yang kita sayangi tidak akan merasakan sakit. Penghilang rasa sedih kita adalah ketika kita yakin akan ketetapan Allah terhadap para umatnya.

Begitu besar kasih sayang Allah kepada kita bila kita mempercayai dan meyakini kuasa-Nya terkadang, sesuatu yang kita harapkan tak terjadi sesuai dengan keinginan bisa jadi, itu tidak baik terhadap kita. Keinginan untuk sembuh orang yang kita sayangi adalah harapan terbesar bagi kita namun, Allah berkehendak lain akan kuasa-Nya terhadap orang yang kita sayangi, seperti dijelaskan Q.S. Al-Baqarah: 216, diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak.

Sakit dan sedih jika kehilangan seseorang yang kita sayangi bisa jadi itu adalah cara Allah agar kita selalu taat kepadanya dan selalu ingat kepadanya. Kepercayaan kita kepada Sang Maha Pencipta adalah hal yang wajib kita miliki sebagai umat muslim makhluk ciptaan-Nya.

Sakit bukanlah suatu perkara yang harus dikeluhkan, telah dijelaskan dalam hadis di atas bahwa, sakit dan kesedihan akan sakit yang kita derita adalah penghapus dosa-dosa. Maka, tetaplah menjadi hamba yang selalu berhusnuzon dan bersyukur akan nikmat yang telah kita terima.

Penulis adalah mahasiswa UIN Sumatera Utara Fakultas Sains dan Teknologi, jurusan Fisika, semester IV.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles