Addin Edisi 242: Membangun Peradaban Islam di Masa Kini

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi : Nada Fitria

Oleh : Andre Gusli

“Hai orang yang beriman, jadilah kamu penolong agama Allah sebagaimana ‘Isa Bin Maryam berkata pada pengikutnya yang setia: “Siapakah diantara kalian yang menjadi penolongku (Untuk menegakkan agama) Allah? Pengikut setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”. (Q.S.Al-Saf: 14)

Masa kini peradaban Islam begitu mundur. Kebudayaan Islam tenggelam karena budaya Barat yang begitu aktif masuk di segala punjuru, khususnya di Indonesia bisa kita amati bahwa saat ini masih ada bahkan banyak pemuda dan masyarakat yang beragama Islam, namun tidak menjadikan Islam sebagai kaidah hidup, salah satu contohnya adalah berjudi dan menggunakan narkoba.

Jika kita bandingkan Islam pada masa Turki Ustmani, Cordova, dan Islam pada masa kini maka akan sangat terlihat perbedaannya, dimana pada saat itu Islam menjadi pemimpin dunia yang menguasai ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang, seperti Ibnu Sina yang merupakan ilmuan Islam yang menguasai ilmu tentang kesehatan dan obat-obatan, Al- Khuwarizmi merupakan ilmuan Islam yang menguasai bidang matematika, bahkan ilmunya sampai saat ini masih digunakan di seluruh dunia, namun nama-nama ilmuan Islam tersebut tidak mendunia layaknya ilmuan Barat yang saat ini mengendalikan peradaban.

Membangun peradaban Islam dimasa kini sama dengan menolong agama Allah untuk kemajuan umat Islam, dengan membangun peradaban Islam yang baik maka Islam akan menjadi pemimpin dunia,  dan akan memperbaiki segala aspek yang belum baik dalam masyarakat dengan menggunakan sistem Islam. Islam sebagai Agama bukan sekedar simbol saja, namun Islam adalah penyerahan diri kepada Allah, dimana kita mempasrahkan semuanya kepada Allah berdasarkan apa yang Allah perintahkan dan Allah larang didalam Alquran dan Hadis.

Menurut salah satu ulama Mesir, Syeikh Yusuf Qardhawi peradaban Islam adalah sekumpulan dari bentuk-bentuk kemajuan Islam baik berupa kemajuan bendawi, ilmu pengetahuan, seni, sastra, maupun sosial yang terdapat pada masyarakat. Yang harus kita lakukan untuk membangun peradaban Islam pada masa kini adalah :

  1. Bangun ghirah peradaban Islam

Makna kata ghirah adalah cemburu dalam hal kebaikan, membangun ghirah artinya membangun kecemburuan, semangat, dan keinginan untuk terus berkarya, berbuat sesuatu yang bermanfaat di masa yang akan datang  sebagaimana kejayaan yang telah diraih oleh umat Islam pada masa lalu.

  1. Menyadari bahwa umat Islam adalah umat terbaik

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (Q.S. Ali-Imran : 110)

“Dan kami telah menjadikan kamu  (umat Islam) sebagai umat yang adil dan pilihan agar kamu dapat menjadi saksi/bukti (syahid) atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu.” (Q.S. Al-Baqarah : 143)

Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam Alquran pada ayat di atas, maka kita sebagai umat Muslim haruslah memberikan yang terbaik dengan menggali segala potensi yang ada pada diri untuk terus berprestasi pada supremasi keilmuan yang kita miliki untuk menjadikan diri kita sebagai bagian dari umat yang selama hidup di dunia untuk menuju kehidupan yang abadi di akhirat.

  1. Meneladani Nabi Muhammad Saw

Nabi Muhammad Saw merupakan seorang pemimpin umat yang berakhlak mulia  dan merupakan suri tauladan utama dalam hidup pada masa kini, masa lalu, dan masa yang akan datang. Meskipun Nabi Muhammad Saw telah meninggal sejak berabad-abad yang lalu tetapi keteladanan beliau tidak akan pudar dengan zaman, Nabi Muhammad masih dan harus tetap jadi contoh bagi seluruh umat Islam. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran :

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.” (Q.S.Al-Ahzab : 21)

“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memiliki akhlak dan budi pekerti yang agung.” (Q.S. Al-Qalam : 4)

“Dan tiadalah kami (Allah) mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’ : 107)

4.Tidak melakukan perbuatan yang sia-sia

Orang-orang mukmin seperti lebah, tidak melakukan perbuatan yang sia-sia melainkan perbuatan yang bermanfaat bagi semua karena dengan itu kita bisa menjadi orang yang beruntung. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran :

“Sesunggguhnya beruntunglah orang beriman yaitu orang yang khusyu’ dalam sholat dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.”      (Q.S. Al-Mukminun: 3)

“Dan apabila mereka (hamba Allah yang Rahman) bertemu dengan orang yang mengerjakan perbuatan yang tidak berguna, mereka lalui saja dengan menjaga kehormatan dirinya.” (Q.S. Al-Furqan: 72)

5. Membaca dan Menulis

Membaca bisa dikatakan sebagai sebuah kewajiban bagi setiap Muslim yang ingin mendapatkan ilmu dan merupakan bagian yang amat penting dalam memajukan peradaban Islam, karena lewat membaca kita akan kaya akan pengetahuan dan banyak refrensi ketika dihadapkan dalam sebuah permasalahan, serta mampu membuka jendela dunia untuk menyerap ilmu-ilmu pada bidang yang sedang kita tekuni.

Sama dengan membaca, menulis juga sangatlah penting dalam memajukan peradaban Islam, dengan menulis maka karya akan terus dikenang dan bermanfaat walaupun kita sudah tiada, tentunya akan menjadi amalan jariyah dan dengan tulisan kita mampu mencerahkan umat atas permasalahan-permasalahan yang ada dengan solusi-solusi yang kita paparkan dalam tulisan sehingga dapat membangun semangat umat dan menimbukan ghirah bagi pembaca tulisan kita.

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer semester IV, Fakultas Sains dan Teknologi.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles