
Penulis: Wisna Purba
Islam adalah agama yang paling mengistimewakan wanita. Agama yang menjelaskan secara rinci bagaimana peran wanita di dalamnya, dapat kita lihat dari banyaknya hadis dan ayat Al-Qur’an yang membahas hal tersebut. Namun, banyak sekali kalangan kaum hawa yang tidak mengetahui seberapa berharganya mereka di dalam Islam. Bahkan banyak dari mereka di masa sekarang yang menurunkan derajatnya sendiri, padahal Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah mengangkat derajatnya.
Wanita itu ibarat berlian. Hal yang paling mahal dan hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu. Banyak yang mengincar dan menyukai karena kualitasnya yang sangat baik dan sangat bagus. Namun, menjadi sebuah berlian bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali proses yang harus dilewati untuk dapat menjadi sesuatu yang sangat mahal, kita harus rela berkorban di dalamnya. Seperti meninggalkan hal yang dilarang oleh Allah subḥānahu wa ta’āla.
Perkara meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah subḥānahu wa ta’āla bukanlah hal yang mudah. Banyaknya gangguan serta godaan dari setan yang menjadikan kita lebih cenderung mengikutinya, terlebih lagi zaman modern sekarang banyak memberikan pengaruh buruk terhadap kaum wanita. Wanita berlian di sini bukanlah wanita biasa, wanita berlian ialah wanita salihah. Wanita yang mampu menjaga kehormatan dan menutup auratnya.
Namun, di zaman modern sekarang ini wanita salihah sangatlah sedikit. Terlihat sangat jelas, banyak wanita yang terjun dalam dunia yang fana ini. Terlebih, para wanita sudah tidak lagi malu dalam memamerkan auratnya di depan yang bukan mahramnya. Padahal, wanita itu makhluk Allah subḥānahu wa ta’āla yang paling mudah masuk ke surga-Nya dan bahkan Allah memberikan keistimewaan surga di telapak kaki seorang ibu (wanita). Berikut keistimewaan dan kemuliaan seorang wanita salihah di dalam Al-Qur’an dan hadis:
- Terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 59:
Artinya: “Hai Nabi, Katakanlah pada istri-istrimu, Anak anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karna itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dalam ayat tersebut, Allah sangat mengistimewakan kaum wanita. Allah tidak membenarkan kaum wanita menjadikan auratnya sebagai tontonan laki-laki yang bukan mahramnya. Allah memerintahkan Rasul-Nya agar menyeru kaum wanita yang beriman, khususnya istri-istri beliau dan anak-anak perempuannya, mengingat kemuliaan yang mereka miliki sebagai ahli bait Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Turunnya ayat tersebut dilatarbelakangi karena banyaknya wanita yang diganggu para laki laki munafik di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam, dengan memakai hija para wanita akan lebih terjaga jika keluar di malam hari. Pada masa Nabi sallallahu alaihi wasallam, para wanita sering keluar di malam hari untuk membuang hajatnya.
2. Wanita salihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia.
Sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Amr, artinya: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang salihah.” Allah menciptakan wanita beserta dengan keindahannya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Keindahan itu tak hanya dapat dinilai dari fisik semata, tetapi juga hati dan pemikiran. Sebagai perhiasan, maka hendaklah dijaga dan dirawat.
3. Wanita salihah lebih baik dari pada bidadari surga.
Rasulullahh sallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Perempuan berjenis manusia asal dunia lebih utama dari pada bidadari surga 70.000 kali lipat.” Dari hadis tersebut, Allah subḥānahu wa ta’āla sangat mengistimewakan wanita. Para bidadari surga saja akan kalah dengan wanita salihah yang ada di dunia. Segala bentuk amalan yang dilakukan wanita salihah ini lah yang membuat mereka lebih mulia dari pada bidadari surga.
Ibn Mubarok menyampaikan riwayat dari Hibban bin Abi Jabbalah. Beliau mengatakan: “Sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga lebih unggul dibandingkan wanita surga di sebabkan amal yang mereka kerjakan sewaktu di dunia.”
Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan: Wanita salihah di dunia, yaitu para istri-istri lebih baik dibandingkan bidadari akhirat mereka lebih indah dan dicintai suaminya. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwa kelompok pertama yang masuk surga itu seperti cahaya bulan di malam purnama.
4. Dapat masuk surga dari pintu manapun
“Jika seorang wanita menunaikan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany)
Rasulullah menjelaskan bahwa perempuan salihah bisa masuk surga dari pintu mana pun apabila mereka memenuhi empat kriteria berikut: menunaikan salat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjauhi zina, dan berbakti kepada suami.
5. Surga di telapak kaki Ibu.
Sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, artinya: “Surga itu di bawah telapak kaki-kaki para ibu, siapa yang mereka kehendaki, maka mereka akan memasukkannya, dan siapa yang mereka kehendaki, maka mereka akan mengeluarkannya.” Imam Ibnu ‘Addi berkata, Musa bin Muhammad Al-Maqdisi itu munkarul hadis.
Hadis tersebut juga diriwayatkan oleh imam Abu Bakar Asy-Syafi’i di dalam kitab ‘Ar-Ruba’iyyat, imam Abu Asy-Syaikh di dalam kitab Al-Fawaid, imam Al-Qudha’i di dalam kitab Musnad Asy-Syihab, dan imam Ad-Daulabi dari jalur sahabat Anas bin Malik r.a.
Dari banyaknya keistimewaan wanita yang diberikan Allah subḥānahu wa ta’āla kepada kaum wanita, masih banyak dari kalangan kita yang masih menggratiskan diri. Bukankah keistimewaan itu seharusnya menjadikan kita sebagai wanita berlian? Namun, tidak jarang justru kebanyakan dari kita memilih menjadi murah. Bagaimana tidak murah? Kita mengumbar aurat dalam media sosial hanya untuk mendapatkan popularitas dari kalangan kaum adam. Banyak pula dari kalangan kita yang memilih untuk berpacaran, padahal islam telah mengatur taaruf dalam hal percintaan.
Maka dari itu, marilah kita menjaga dan menjadikan diri sebagai wanita muslimah. Wanita yang menjaga keistimewaan yang Allah subḥānahu wa ta’āla berikan kepada kita. Dan menjadikan diri terjaga dari hal-hal yang dilakukan wanita jahiliah. Seperti zina, berhias, dan berpakaian mencolok.
Biodata Penulis
- Nama : Wisna Purba
- Fakultas : Ushuluddin dan Studi Islam
- Jurusan : lmu Hadis
- Semester : IV (Empat)
- Instagram : Wisnapurba

