
Penulis: Jaya Reza Pranata S
Berbicara tentang doa, itu adalah aktivitas rutin yang kita lakukan terutama setelah kita mengerjakan salat lima waktu, baik subuh, zuhur, asar, magrib, dan isya. Saat kita berdoa, maka isinya tak lebih dari harapan dan permohonan kepada Sang Khaliq untuk diri kita, sepertimohon pengampunan, mohon diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, dan kesuksesan baik di dunia maupun akhirat.
Ketika berdoa, kita yakin bahwa doa yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, sebagaimana yang Allah firmankan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 186 yang artinya, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran”.
Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, pernahkah di dalam doa kita selipkan harapan dan permohonan yang ditujukan pada kebaikan untuk orang lain? Apalagi situasi saat ini menuntut kita untuk bisa lebih dari yang lain. Kita hidup di zaman yang serba kompetitif, yakni zaman yang berlomba-lomba menjadi nomor satu dalam segala bidang. Pada akhirnya, hal itu memunculkan keegoisan jika ingin diri ini saja yang banyak mendapatkan kebaikan dan keberuntungan.
Jika kita renungi dan hayati, setiap orang punya hak yang sama dan berhak juga untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan. Ditambah lagi kita adalah makhluk sosial yang pastinya kita tidak mungkin bisa sendiri dalam mencapai tujuan. Sehingga di sini penulis ingin menjabarkan keutamaan apa yang bisa didapatkan dari mendoakan orang lain, khususnya orang-orang yang melakukan perbaikan dan kebaikan.
Sebelum kita masuk pada pembahasan keutamaan mendoakan orang lain, maka kita perlu mengetahui apa itu doa. Dalam KBBI, doa adalah permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Dilansir dari news.detik.com, menurut istilah, doa adalah penyerahan diri kepada Allah Subhnahu wa ta’ala dalam memohon keinginan dan meminta dihindarkan dari hal yang dibenci.
Doa berarti ibadah, sehingga, mendoakan orang lain berarti upaya yang dilakukan dengan memohon, meminta kebaikan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk orang lain, baik untuk saudara seperjuangan, kerabat jauh maupun dekat, para pemimpin kita, bangsa ataupun negara tercinta, dan lain-lain. Keutamaan mendoakan orang lain, yaitu;
Kita adalah satu
Pernah tidak kita berpikir bahwa kita terikat dengan orang lain, dan tidak mungkin bisa melakukan segala hal secara sendiri dan apakah hanya kita yang punya semangat untuk membangun masyarakat yang seimbang, tentulah tidak. Penulis pernah berdiskusi dengan kakak kelas mengenai bahwa kita adalah satu, ibarat kita berada di lautan dan tangan kita terantai satu sama lain, walaupun beberapa orang bisa berenang, namun jika salah satu saja tidak bisa berenang, pastinya itu akan membuat diri kita juga tenggelam.
Lebih jauh lagi, Nabi Muhammad Salallahu wa ‘alaihi wasallam pernah bersabda dalam riwayat Muslim yakni, ”Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. Bahkan, Nabi Muhammad Salallahu wa ‘alaihi wasallam di detik-detik kematiannya, hal yang diingatnya adalah bagiamana umatnya setelah ini, dia mendoakan agar kita selalu taat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Bentuk rasa syukur
Hari ini kita bisa berdiri di atas kaki kita sendiri, pastinya ada banyak orang hebat yang ada di belakang kita, yang selalu mendoakan dan menguatkan lewat nasihat-nasihatnya. Contoh sederhananya, nasi yang kita makan selama ini, adalah hasil kerja keras petani yang dalam keadaan panas terik menanam padi tanpa kenal lelah. Untuk itulah, mendoakan orang lain merupakan bentuk cara berterima kasih atau syukur terhadap segala hal yang terjadi di hidup kita.
Mendapatkan pahala dan kebaikan
Dalam beberapa hadis dijelaskan bagaimana keutamaan orang yang mendoakan orang lain, salah satunya dalam hadis di bawah ini, “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkat dan bagimu juga kebaikan yang sama”. (HR. Muslim No. 4912).
Abu Hamzah Anas bin Malik, Khadim (pembantu) Rasulullah Salallahu wa ‘alaihi wasallam, dari Nabi Muhammad Salallahu wa ‘alaihi wasallam, beliau berkata, “Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang dia cintai untuk dirinya”. (HR. Muslim).
Dari Ubadah bin Ash-Shamit radiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah Salallahu wa ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mendoakan ampunan bagi kaum mukminin dan mukminat, Allah akan menuliskan untuknya pahala sejumlah mukmin dan mukminah”. (HR. At Thabarani).
Menghindari diri dari kedengkian
Dalam KBBI, dengki adalah menaruh perasaan marah, benci, atau tidak suka, karena sangat iri pada keberuntungan orang lain. Bahkan dalam taraf yang sangat buruk, seseorang yang dengki akan melakukan cara jahat untuk menjatuhkan orang lain. Dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 32, Allah menjelaskan tentang keirian hati yang buruk (dengki) yakni, “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain”.
Dengan mendoakan orang lain, berarti secara tidak langsung kita memaksakan diri untuk mengontrol keirian hati. Secara psikologis akan memberikan pemahaman di alam bawah sadar kita bahwa perlunya menghargai dan menyayangi orang lain terutama jika yang dia lakukan adalah hal yang positif. Maka dari itu, teruslah mendokan orang lain. Insyaallah, aktvitas mendoakan orang lain akan membentuk pemahaman dan pembiasaan diri untuk menjadi orang yang rendah hati.
Biodata Penulis:
Nama : Jaya Reza Pranata S
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Fakultas : Fakultas Ilmu Sosial
Semester : IV
Instagram : @jayareza9

